Menristekdikti Siap Hadir ke Bawaslu Usai Pemilu


MALANG - Jadwal pemeriksaan Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), Moh Nasir oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang belum dapat dilakukan. Awalnya dijadwalkan Jumat (12/4), tapi Menristekdikti tidak hadir karena berada di luar kota. Rencananya, Menristekdikti akan hadir pada 23 April mendatang, pada pukul 14.00 WIB di kantor Bawaslu RI di Jakarta.
Nasir dipanggil Bawaslu Kota Malang untuk dijadwalkan diperiksa di Kantor Bawaslu pusat di Jalan Thamrin Jakarta karena dugaan tindakan pelanggaran pemilu di Universitas Brawijaya (UB) Malang beberapa waktu lalu.
"Pak Menteri (M. Nasir,red) melalui sekretaris pribadinya sudah menemui kami, dan menyampaikan sedang ada di luar Jakarta,” jelas Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Kota Malang, Rusmifahrizal Rustam saat dikonfirmasi
Melalui sekretaris pribadinya itu, M. Nasir menurut Rusmi berjanji akan memenuhi panggilan Bawaslu Kota Malang pada 23 April 2019 mendatang, pada pukul 14.00 WIB. Panggilan pun akan kembali menggunakan kantor Bawaslu RI di Jakarta.
Meski pemanggilan dilakukan usai proses Pemilu, menurutnya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan di Kota Malang itu masih akan terus dilakukan. Karena berdasarkan Perbawaslu Nomor 7 Tahun 2018 dijelaskan, penanganan pelanggaran dapat dilakukan selama 14 hari kerja setelah sejak diregisternya perkara.
"Dan masa kadaluarsa kasus ini pada 29 April 2019. Artinya masih ada waktu untuk menindak," papar Rusmi.
Sebelumnya, Menristekdikti M. Nasir diduga melakukan pelanggaran Pemilu saat mengisi kegiatan di UB pada 27 Maret 2019 lalu. Dugaan itu muncul saat ramai diperbincangkan oleh para mahasiswa di media jejaring sosial sesaat sesudah adanya kegiatan tersebut.
Berdasarkan laporan yang didapat, kuliah tamu yang berlangsung di Gedung Samantha Krida dengan tema Kebijakan kementerian menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 itu memuat ajakan memilih calon presiden nomor urut 01. Karena terdapat tagar 2019 pilih Jokowi hingga tagar lanjutkan dua periode.
Dalam kegiatan yang dihadiri kurang lebih empat ribu mahasiswa dan akademisi UB itu, Nasir juga meminta peserta melakukan scanning barcode yang di dalamnya terdapat poster pencapaian Presiden Joko Widodo. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :