Menunggu Calon Pendamping Abah Anton

 
MALANG – Enam hari dibuka, penjaringan bakal calon Wakil Wali Kota Malang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepi peminat. Betapa tidak, belum ada seorang figur pun yang mendaftar sejak pendaftaran dibuka Senin (21/8) lalu. Diperkirakan, bakal calon akan mendaftar pada jelang hari terakhir pendaftaran. 
Padahal PKB sendiri sudah membuka lebar pintu penjaringan dengan tidak memberikan batasan kepada siapapun yang daftar. ”Iya, sampai hari ini belum ada yang ambil formulir. Tapi kami yakin banyak yang minat,’’ kata Ketua  Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB Kota Malang, Arief Wahyudi. 
Dihubungi Malang Post kemarin, Arief mengatakan sejak launching ada beberapa orang yang datang ke Posko LPP. Mereka pun bertanya-tanya soal penjaringan. Mulai dari syarat-syarat yang dibawa hingga yang lainnya.  ”Ada juga yang tanya soal biaya pendaftaran,’’ tambahnya. Dia kembali menegaskan, PKB tidak mematok harga untuk biaya pendaftaran. Biaya untuk pendaftaran penjaringan bakal calon Wakil Wali Kota Malang disesuaikan  kemampuan pendaftar.
”Saya rasa orang-orang tahu berapa biaya yang disiapkan untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Malang. Makanya, kami tak mematoknya disini,’’ tambah Arief. 
Selain datang ke Posko LPP PKB, ada juga beberapa orang yang menelepon untuk bertanya soal penjaringan. Dan pihak LPP PKB sendiri yang mendapat kepercayaan dalam penjaringan ini menerima telepon terkait hal itu dengan lapang dada. 
”Kalau dari nada-nada mereka baik yang datang maupun yang telepon, akan daftar setelah hari raya Idul Adha,” tambahnya. Bakal calon tidak mau mengambil sekarang karena ditambahkan Arief dimungkinkan masih sibuk mempersiapkan beragam persyaratan. Termasuk sibuk mempersiapkan Idul Adha.  ”Waktunya kan masih panjang, sampai 4 September. Ya kita tunggu saja,’’ ucapnya.
Yang pasti menurut Arief, begitu pendaftaran ditutup, pihaknya akan langsung melakukan survei kepada mereka yang mendaftar. Dan setelah itu, LPP akan mengirimkan seluruh berkas bakal  calon ke DPP PKB di Jakarta. ”Begitu ditutup kami akan melakukan survei selama 12 hari. Selanjutnya seluruh hasil penjaringan ini dikirim ke DPP untuk dijadikan bahan pertimbangan,’’ tandasnya.(ira/van)

Berita Lainnya :