Mewujudkan Malang Kucecwara Bermartabat


MALANG -  Pelantikan Wali Kota Malang H. Sutiaji dan Wawali Kota Malang H. Sofyan Edi Jarwoko berbeda dengan pelantikan walikota sebelumnya. Saat ini, pelantikan wali kota dan wawali dilakukan langsung Gubernur Jatim di Pemprov Jatim. Sedangkan, di DPRD Kota Malang hanya melakukan penyampaian misi visi walikota yang telah dilantik gubernur.
Seperti pada Selasa (4/10) lalu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan misi dan visinya di hadapan DPRD Kota Malang yang dihadiri Gubernur Jatim, Soekarwo.
Mengetahui misi visi Pemkot Malang lima tahun ke depan, legislatif siap melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat Kota Malang. Hal inilah yang akan dilakukan DPRD Kota Malang mengawal pelaksanaan visi misi Wali Kota Malang Drs H Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko selama lima tahun kedepan.
 “Yang penting adalah komunikasi. Dari situ sinergi dapat berjalan dengan baik antara eksekutif dan legislatif. Masing-masing dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan baik,” kata Pimpinan DPRD Kota Malang H Abdurrochman.
Dia menjelaskan pemaparan visi misi wali kota dan wakil Wali Kota Malang sudah mencakup seluruh aspek pembangunan, mulai dari kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan, infrastruktur pembagunan, hingga reformasi pelayanan publik.
Menurutnya, visi misi yang di breakdown menjadi empat misi gerak wali kota tersebut mencakup aspek yang memang menjadi konsep pengawasan DPRD Kota Malang.
“Tentu apa saja yang dilakukan akan kita dukung selama untuk berorientasi untuk kesejahteraan rakyat. Sambil diawasi sambil kita beri masukan juga. Yang terpenting adalah bagaimana aksi nyata pemerintah ke depan,” tegas pria berkacamata ini kepada Malang Post.
Belum lama ini DPRD Kota Malang bersama-sama dengan eksekutif menetapkan 28 Ranperda yang akan dibahas tuntaskan di 2019 mendatang. Sebagian besar Ranperda adalah inistaif Pemkot Malang.
Pembahasan lain yang sedang difokuskan DPRD Kota Malang adalah kinerja-kinerja OPD mitra tiap-tiap komisi. Lebih-lebih yang dikonsenkan pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan infrastruktur kota.
“Termasuk pembangunan Mal UMKM sebagai salah satu upaya menunjang perekonomian masyarakat Kota Malang. Kita akan dukung dan juga bantu mengkaji apa-apa saja yang perlu dibahas dan di dalami saat ini,” tegas Abdurrochman.
Eksekutif dan Legislatif, menurut pria yang akrab disapa Abah Dur harus berkerjasama lebih baik dari sebelumnya. Hanya dengan itulah pembangunan Kota Malang yang maju dan kuat dapat terwujud lima tahun kedepan yang baik. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :