Miris, Kasus HIV/AIDS Didominasi Hubungan Sesama Jenis


MALANG - Kota Malang tercatat sebagai kota kedua di Jawa Timur yang memiliki banyak pengidap HIV/AIDS. Sepanjang tahun 2005 hingga 2019, ada 4.300 kasus yang terjadi. Penyebab paling dominan selama ini adalah hubungan sesama jenis, atau lelaki seks lelaki (LSL).
Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Bayu Tjahjawibawa menjelaskan, sepanjang tahun 2018 ada 508 kasus. "Sedangkan tahun 2019, masih belum ada jumlahnya, tapi data terus berjalan," kata Bayu kepada Malang Post, usai audiensi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dengan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko di Balai Kota Malang.
Bayu mengungkapkan, sepanjang 2005 hingga sekarang, sebanyak 60 anak-anak usia balita teridentifikasi terinfeksi HIV/AIDS. "Bukan dari Kota Malang, tapi dari kota lain. Sebab, yang melakukan pemeriksaan di rumah sakit disini, hampir seluruh warga Indonesia. Untuk Kota Malang sendiri, ada sekitar 50 persen dari total yang terdata," jelas dia.
Untuk melakukan pencegahan, saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk rutin memeriksakan diri sejak dini. "Diantaranya memeriksakan hepatitis, sipilis, dan HIV," terangnya.
Ditambahkannya, pemeriksaan tersebut juga berlaku untuk ibu hamil. Ketika ibu hamil mengalami HIV/AIDS, maka akan disarankan untuk melakukan berbagai upaya pengobatan. Karena HIV/AIDS hampir sama dengan jenis penyakit yang lainnya.
"Pemeriksaan terhadap ibu hamil sangat penting. Karena untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Ketika ibu hamil positif terjangkit, maka sang calon bayi kemungkinan besar atau 90 persen turut terjangkit," papar dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya :