Modus Guru Cabul Menakutkan


MALANG - Orang tua siswi korban oknum guru cabul di SDN Kauman 3 mulai berani bicara soal perlakuan yang dialami anak mereka. Perilaku IS yang diduga pelaku cabul  itu bikin anak didik sekolah yang berlokasi di Kauman itu trauma.
Salah satu ibu korban, UA mengaku anaknya sempat tak mau sekolah lantaran trauma terhadap IS. UA sebagai orang tua pun cemas terhadap kondisi anaknya itu. Beruntung Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji dan Dinas Pendidikan sidak ke sekolah sekaligus meyakinkan akan melindungi semua peserta didik.  
UA meminta identitasnya diinisialkan saat menceritakan perilaku oknum guru berusia 59 tahun itu. “Anak saya dipegang dari belakang, tangan pelaku pegang perut, lalu naik ke bagian atas. Sekali oknum guru itu melakukan begitu,” kata UA, kemarin pagi.
Putrinya dilecehkan secara fisik oleh pelaku IS pada akhir 2018 lalu. Modusnya berpura-pura mengajarkan cara bermain voli, sesuai dengan mata pelajaran olah raga. Saat mengajari siswi bermain voli, pelaku merangkul korban siswi dari belakang, memegang perut lalu naik ke bagian payudara.
Selain putrinya yang menjadi korban, ada cerita lain yang terungkap dari informasi yang diterima UA. Cerita ini bahkan lebih parah. Ada dua siswi yang diminta memegang kemaluan IS ketika berada di ruang UKS. Selain itu, ada pula informasi yang menyebut pelaku memangku dan meraba-raba siswi di perpustakaan.
Semua kejadian ini diungkapkan UA beserta para wali murid lainnya yang menjadi korban kepada pihak komite sekolah. Dalam pertemuan yang digelar 29 Januari 2019, para orang tua siswi, sejumlah 20 orang lebih membeberkan berbagai peristiwa pelecehan.
Namun demikian, UA belum melaporkan peristiwa ini ke kantor polisi, mengikuti jejak dua orang tua siswi yang sudah melapor duluan. Andai semua orang tua siswi kompak melapor, UA siap mengikuti gerakan tersebut. Sebab dia ingin pelaku terduga pedofilia itu dibekuk polisi dan menerima hukuman setimpal. Yakni, jeruji penjara.
Sementara, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman keterangan dari hasil penyelidikan. “Sampai saat ini masih proses lidik,” jelas Kasubbag Humas Polres Malang Kota Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni dikonfirmasi terpisah.

Berita Terkait