Please disable your adblock and script blockers to view this page


Modus Guru Cabul Menakutkan

Pasang CCTV di Kelas
Pemkot Malang benar-benar tidak ingin peserta didik terancam dan trauma. Usai kejadian dugaan pencabulan di SDN Kauman 3 dan melihat sendiri kondisi sekolah, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji membuat kebijakan baru untuk proteksi siswa. Yakni pemasangan closed circuit television (CCTV) di tiap-tiap ruang kelas di sekolah.  
“Iya kalau bisa kita adakan anggarannya tahun depan untuk itu. Saya imbau agar sekolah-sekolah pasang CCTV tiap ruangan,” tegas Sutiaji.
Tujuannya lanjut dia, orang-orang yang ingin berbuat tidak sesuai norma bisa terkontrol dari CCTV. Setidaknya, tak berani melakukan kejahatan terhadap siswa. Lalu dapat ditindak segera.  “ Kita harapkan modelnya begitu," ujarnya.
Peristiwa yang terjadi di SDN Kauman 3 membuat Sutiaji menaruh perhatian serius.  
Hingga kini Pemkot Malang melalui Dinas Pendidikan telah menonaktifkan oknum guru yang diduga melakukan tindakan asusila pada murid-muridnya tersebut.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Malang Rusman Hadi mendesak Pemkot Malang terus memantau kasus pencabulan anak tersebut. Hal ini diungkapkan agar masyarakat tidak gusar dan tak resah terhadap pendidikan anak-anak di luar pengawasan orang tua saat berada di sekolah.
“Karena memang sekarang sudah ditangani kepolisian, pemerintah juga harus tetap mengawasi ini. Jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi, cepat diselseaikan sesuai hukum,” tegasnya.
Ia mengatakan, fungsi komite sekolah seharusnya dapat dimaksimalkan dan ditingkatkan. Di situlah mengapa komite sekolah tahun ini menjadi salah satu materi yang akan diatur dalam Perda Perubahan Penyelenggara Pendidikan Kota Malang yang kini tengah digodok.
Rusman Hadi mengatakan, komite sekolah akan memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi), hak dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan. (fin/ica/van) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :