Naik Haji, Antre 21 Tahun


MALANG – Musim  tahun 2018 ini, kuota haji untuk  Kabupaten dan Kota Malang bertambah sebanyak 550 jamaah. Penambahan kuota untuk Kota dan kabupaten Malang itu, dipastikan tidak memangkas antrean calon jamaah haji. Sedangkan kuota Kota Batu masih sama seperti tahun 2017, yakni 201 jamaah haji dengan waktu tunggu 21 tahun!.
Di Kabupaten Malang, pada tahun 2017 kuota yang diperoleh sebesar 1.700 jamaah haji, pada tahun 2018 ini naik menjadi 2.200 jamaah haji. Kepastian penambahan kuota itu telah ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Kemenag telah memutuskan, secara nasional, jumlah jamaah yang berangkat sebesar 221.000 jamaah, naik tipis dibandikan 2017 sebesar 211.000 jamaah. Hal ini membuat Kabupaten Malang mendapat kenaikan kuota. Meski kuota bertambah, tidak mengurangi secara signifikan waktu tunggu calon jamaah haji (CJH) yang ada di Kabupaten Malang.
 “Waktu tunggunya masih normal. Memang sudah ada tambahan kuota, namun, jumlah jamaah yang mendaftar juga semakin banyak,”  Kasi Haji Kemenag Kabupaten Malang, H Son Haji kepada Malang Post, kemarin.
Menurut dia, antusiasme jamaah di Kabupaten Malang yang mendaftar haji sangat tinggi. Jamaah yang berangkat tahun ini, telah mendaftar dan menunggu sejak delapan tahun lalu. Menurutnya, dari kuota sebesar 2.200 jamaah tersebut, jumlah jamaah yang melakukan pelunasan masih belum signifikan.
Sebab para jamaah terlebih dahulu menunggu jadwal Rencana Perjalanan Haji (RPH). Jadwal RPH tersebut, bakal dimulai pada bulan Juli 2018 mendatang dan harus diikuti oleh seluruh calon jamaah haji.
“Mulai 16 Juli 2018, seluruh calon jamaah haji yang telah ditetapkan untuk berangkat tahun ini harus masuk ke asrama haji,” tuturnya.
Kemudian sehari setelahnya, seluruh jamaah diberangkatkan ke tanah suci melalui embarkasinya masing-masing. Sebelum masuk asrama haji itu, kata dia, seluruh jamaah harus melakukan pelunasan. Kemudian melakukan tahapan latihan manasik haji dan mengikuti seluruh tahapan yang telah ditentukan.
“Karena tahapannya masih belum dimulai, masing-masing calon jamaah haji saat ini berusaha melunasi biaya perjalanan haji. Barulah mendekati tahapan nantii, akan diketahui berapa jamaah yang sudah melakukan pelunasan,” terangnya.
Menurutnya, karena waktu tunggu haji masih belum terpangkas, maka yang diprroitaskan berangkat adalah bagi calon jamaah yang baru pertama kali haji. “Selain itu, seluruh calon jamaah haji nantinya mendapatkan pembekalan terlebih dahulu,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :