OJK Malang Percepat Akses Keuangan Daerah


MALANG - Sudah banyak yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama lima tahun di Malang. Namun upaya mempercepat akses keuangan di daerah masih terus menjadi perhatian lembaga yang bertugas mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan itu.
Hal tersebut diungkapkan  Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam peresmian kantor OJK Malang di Jalan Letjen Sutoyo109-111 Kota Malang, Selasa (22/1) kemarin.  
"Tahun lalu kami mendesain model akses keuangan daerah yang lebih cepat, tahun 2019 ini akan kami lombakan, mana yang lebih baik, cepat dan progresif. Mudah-mudahan Malang bisa jadi salah satu yang mendapatkan award. Prioritas kami selanjutnya, UMKM dan masyarakat yang tidak bisa akses keuangan secara formal bisa melalui Bank Wakaf Mikro," jelas Wimboh.
Ia menegaskan akses keuangan daerah memang menjadi perhatian di tahun ini. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong empat kebijakan besar pemerintah pusat. “Pertama, mendorong ekspor. Di Malang, jika ada komoditas potensial silakan dikembangkan. Misalnya kopi, kami siap memfasilitasi apa yang diperlukan," urai Wimboh.
Kedua, lanjut dia, mengembangkan berbagai macam barang subtitusi impor. Apabila bahan bakar masih impor, maka bagaimana caranya bisa mengolah minyak agar mengurangi impor.
Ketiga, mendorong pariwisata. Yakni mendorong turis datang membawa dolar, terlebih Malang memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan menjadi Bali 10. “Bahkan sudah kami canangkan kredit untuk pengembangan Bali 10. KUR khusus pariwisata juga sudah dibuat. Kita sudah siap semuanya,” terang Wimboh.
Keempat  kata dia, dalam mendorong revolusi industri dengan memaksimalkan start up untuk mendukung perekonomian makro. Tugas OJK, lanjut Wimboh, sangat besar perannya menyukseskan empat kebijakan besar tersebut.  
Keberadaan kantor baru OJK Malang diharapkan menjadi penyemangat untuk mewujudkan berbagai kebijakan. Kepala OJK Malang Widodo mengatakan, siap memaksimalkan serta berperan aktif melalui industri jasa keuangan dalam mendorong pertumbuhan daerah di Malang Raya, Pasuruan dan Probolinggo.

Berita Terkait

Berita Lainnya :