Oppo Kembali Dipolisikan, Wali Kota Malang Juga Minta Klarifikasi


LIRA Malang Raya Adukan ke Polres Makota
Kalangan yang mempersoalkan Oppo masih bermunculan. Kemarin giliran  Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Malang Raya mengadukan Oppo Malang ke Polres Makota. Alasannya merasa resah dengan video viral yang menampilkan botol miras di antara acara buka bersama.
LIRA Malang menyerahkan surat pengaduan masyarakat (dumas) kepada Kapolres Makota AKBP Asfuri. Koordinator LIRA Malang Raya, HM Zuhdy Achmadi menegaskan bahwa dumas terkait dugaan penistaan.
“Kami merespon adanya video yang viral di Youtube. Kami juga membaca di media yang juga viral. Video viral ini menimbulkan keresahan. Kami sebagai umat Islam, melihat itu sebagai penodaan agama. Karena kami tidak tahu sendiri kejadiannya, kami membuat dumas ini,” kata Didik, sapaan akrabnya.
Menurut Didik, kasus Oppo Malang berbuka puasa bersama dengan diselipi botol miras berupa bir bintang dan botol wine, menjadi keresahan karena itu muncul di ranah publik. Yakni, media sosial Youtube dan Facebook. Akibatnya, buka puasa bersama yang ada botol miras ini, juga didengar dan dilihat orang banyak.
“Karena itu, kami mengadukan kronologi saat melihat hal tersebut viral di media sosial,” ungkap Didik.
LIRA Malang yang datang mengadu ke Polres Makota, mengaku sebagai tindakan yang sah bila Oppo Malang minta maaf kepada ormas Islam yang mengadukan sebelumnya. “Ya itu sah-sah saja, tidak apa-apa. Kalau berbuat begitu, dia salah dan minta maaf. Tapi, apakah minta maaf akan menghapus kesalahan yang dilakukan. Bagi yang tidak tahu persoalan ini, bikin mangkel dan benci,” ujar Didik.
“Terkait apakah itu editan atau tidak, apakah botol miras itu berisi miras sungguhan atau hanya air saja, itu nanti masuk ranah petugas polisi. Paling tidak kami ada upaya, sebagai LSM, kami menyampaikan keresahan berupa pengaduan masyarakat. Kami tunggu proses selanjutnya,” tambah Didik.
Kapolres Makota, AKBP Asfuri mengungkapkan, bila memang ada laporan, akan ditindaklanjuti. “Yang jelas nantinya jika ada laporan akan ditindaklanjuti,” tandasnya. Sementara, Kasatreskrim Polres Makota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengungkapkan, pihaknya menunggu instruksi komando dan disposisi surat dari Kapolres Makota.
Meski demikian, menilik sementara perkembangan kasus ini, Komang menyebut bahwa harus dipelajari dahulu, video viral tersebut. “Apakah botol itu memang berisi miras, atau tidak, harus didalami. Begitu disposisi masuk, kami akan pelajari pengaduan masyarakat ini,” tutup Komang.(ica/fin/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :