Orasi Kebangsaan di Harlah NU, Khofifah Paparkan Konsep Islamic Science Park


MALANG - Nahdlatul Ulama (NU) dan Muslimat NU Kota Malang merayakan hari lahir (Harlah) di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (3/4). Bertepatan dengan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, NU berusia 96 tahun dan Muslimat NU berusia 73 tahun. Acara tersebut dihadiri Pengurus Cabang NU dan Banom NU, Pengurus  Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dan Ranting NU se Kota Malang. Tak terkecuali Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, Ketua Muslimat NU Kota Malang, Hj. Muthamimah Hasyim Muzadi, Rektor Unisma Prof Dr. H. Maskuri Bakri.
Gubernur Jawa Timur, yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa turut hadir dan menyampaikan orasi kebangsaan. Menurutnya, bahwa NU harus bisa beradaptasi di era revolusi industri 4.0 ini. "Kita semua harus membawa misi kebaikan hidup di dunia ini, dengan mencontoh Nabi. Era ini sangat berbahaya," kata Khofifah.
Mantan Menteri Sosial RI ini mengatakan, bahwa Indonesia sekarang hidup di zaman post trurth. Artinya, kita hidup di zaman yang penuh kebohongan. Ia mengingatkan para kader NU agar selalu bersikap bijak dalam memanfaatkan teknologi yang bermunculan di era revolusi industri 4.0. "Banyak orang memanfaatkan era ini untuk berbuat negatif," terangnya.
Khofifah memberikan contoh yang selama ini terjadi di masyarakat. Seperti yang terjadi pada laga pemilihan presiden di USA, Donald Trump,  Presiden AS, pada masa kampanye melakukan upaya-upaya peracunan pikiran menggunakan media sosial. Donald Trump menyebarkan informasi-informasi buruk tentang Islam. "Jangan mudah percaya dengan berita bohong. Kita harus mampu menelaah," kata Khofifah.
Khofifah ingin membawa umat Islam di bawah kepemimpinannya bisa menjadi rahmatan lil 'alamin. Salah satu cara yang akan dilakukannya adalah dengan membangun Islamic Science Park. Tempat ini nantinya digunakan sebagai pusat kajian agama Islam bertaraf internasional. "Saya punya ide untuk membangun Islam Science Park. Rencana ada di sekitar Suramadu dengan luasan 40 hektar,” ucap Khofifah.
Sedangkan Wali Kota Malang, Sutiaji mengingatkan agar generasi muda NU tidak terjebak pada dampak negatif era revolusi industri 4.0. Sesekali ia bergurau dengan hadirin dengan mencontokan ulama zaman sekarang dengan zaman dulu. “Zaman dahulu ulama pegang tasbih. Zaman sekarang ulama pegang gawai,” canda Sutiaji diikuti suara tertawa para hadirin.
 Sutiaji berharap agar NU menjadi organisasi yang mampu mewujudkan visi misinya. “Seperti logo NU ada bumi. Bumi sebagai wujud bahwa NU memangku semua umat manusia,” ujar Sutiaji.
Senada dengan Sutiaji, Ketua PC NU Kota Malang, Gus Dr. Isroqunnajah berharap agar kader-kader NU menjadi pribadi yang berjiwa besar. “Semua adalah saudara. Apapun backgroundnya harus bersinergi menjadikan bangsa ini lebih baik, jangan ada konfilk,” ujarnya.
“Usia NU tidak muda lagi, jiwanya muda. Terus mengikuti perkembangan zaman,” tambahnya. (mg2/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :