magista scarpe da calcio Pasar Buku Velodrome, Jadi Sentra Buku Klasik


Pasar Buku Velodrome, Jadi Sentra Buku Klasik


MALANG - Pasar Buku Velodrome dijadikan sentra buku klasik. Ini merupakan salah satu strategi untuk menggaet pembeli. Para pedagang berharap jumlah pembeli buku kembali meningkat dengan cara tersebut setelah bertahun-tahun sepi.
“Disini ada buku terbitan tahun 1800 dan 1900,” kata Humas Paguyuban Pedagang Pasar Buku Velodrome, Udiyana Utama. Langkah ini dilakukan untuk menjaring pembaca buku klasik selain menjadi pembeda antara Pasar Buku Velodrome dengan pasar sejenis lainnya.
Dia mengatakan dari 73 pedagang tercatat hanya 45 saja yang bertahan. Ini karena sepinya pembeli sejak beberapa tahun terakhir. “Andalan kita ya pasar dadakan tiap minggunya, karena secara tidak langsung pengunjung pasar juga datang kesini,” jelasnya kepada Malang Post.
Di sisi lain dia mengharapkan adanya peran dinas terkait untuk mendorong Pasar Buku Velodrome ramai dikunjungi pembeli. Apalagi akan ada akses jalan tol dekat pasar tersebut.   “Kita inginnya dibentuk semacam kawasan wisata buku dan pendidikan. Sehingga orang yang menuju maupun dari tol penasaran dan datang kesini,” kata dia.
Sementara itu sejumlah pedagang Pasar Buku Veldorome mengungkapkan sepinya pembeli.
Di antaranya Tauchid mengatakan jumlah pembeli turun hingga 80 persen. “Sebelumnya di tempat yang lama (Jalan Sriwijaya) ramai,” katanya.
Hal yang sama juga dirasakan Abdul Manan, pedagang lainnya. Menurut dia, sejak pindah ke Velodrome, mulai sepi pembeli. “Untungnya kita masih ditolong dengan pasar dadakan yang digelar tiap minggu,” paparnya. (mg5/van)  

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang