Pastikan Sehat, Ukur Kualitas Udara Langit Kota Malang


MALANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memasang alat pantau kualitas udara di 27 titik, Jumat (11/7). Alat tersebut untuk memantau kualitas udara di Kota Malang selama 24 jam. Seperti yang terpasang di depan Balai Kota Malang, Jalan Trunojoyo dan lainnya.
Kepala Bidang Kemitraan dan Pengendalian Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Rahmat Hidayat mengungkapkan, pemasangan alat tersebut dilakukan sesuai dengan aturan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Pemerintah pusat mengharuskan setiap kota/kabupaten memiliki sampling kondisi udara. Untuk mengetahui bagaimana kualitas udaranya, tercemar atau tidak,” kata Rahmat kepada  Malang Post.
Di kawasan Kota Malang, alat pantau tersebut akan dipasang di kawasan industri, pusat kota yang padat kendaraan hingga di sekitar Ruang Terbuka Hijau (RTH).
"Sebenarnya, kondisi udara di Kota Malang cukup bagus. Hanya di beberapa titik tercemar karena asap kendaraan bermotor," ujarnya.
Setiap harinya, sampling udara akan diambil dan dianalisa. Untuk satu alat, bisa menjangkau kondisi udara dengan jarak dua hingga tiga kilometer. Sehingga, bisa diketahui, kondisi udara di Kota Malang masih tetap sehat atau tidak. "Sebab, indikator kota sehat adalah memiliki udara bagus dan air bersih," ungkapnya.
Sementara itu, Field Engineer Envilab Indonesia, Fakhrur Rozi mengaku, alat tersebut akan terpasang selama 24 jam saja di beberapa titik.
"Hari ini , kami melakukan pemasangan di depan Balai Kota Malang dan sekitar Taman Trunojoyo. Kemungkinan, besok (Sabtu, 13/7) sudah diambil untuk sampling," jelas Rozi.
Pemasangan alat tersebut akan dilakukan secara bertahap di 27 titik yang sudah direncanakan. "Kemungkinan, pemasangan ini akan dilakukan selama 15 hari," papar dia.
Dengan alat tersebut, nantinya sample udara akan diambil selama empat kali dalam sehari. Untuk pagi, sekitar pukul 07.00, siang pukul 11.00, sore pukul 15.00 dan malam pukul 20.00. "Durasi pengambilan sample akan berlangsung sekitar satu hingga dua jam," tambahnya.
Dalam alat tersebut, pihaknya sudah memasang bahan kimia khusus untuk memudahkan mengambil sample udara dan juga debu. "Hasilnya nanti akan di analisa dalam 10 hari kerja," tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait