PDNU Targetkan 56 Ribu Dokter Bergabung


MALANG – Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) menggelar rakernas di Guest House UB, Sabtu pagi. Agenda rakernas, adalah pelantikan pengurus cabang dan pengurus wilayah, serta sarasehan. Acara itu bersamaan dengan pelantikan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Malang.
Ketua Umum Pimpinan Pusat PDNU, Dr Muhammad S Niam, FINACS, M.Kes, SpB-KBD mengungkapkan, pelantikan pengurus cabang dan wilayah dilakukan setelah PP PDNU dikukuhkan. Pengukuhan terhadap PP PDNU sudah terlaksana pada akhir tahun 2018 lalu di PBNU, Jakarta.
“Setelah PP PDNU dikukuhkan, kami melakukan pelantikan pengurus cabang dan wilayah, sekaligus rapat kerja menentukan perkembangan PDNU,” kata Niam kepada Malang Post, sebelum acara, Sabtu pagi. Para pengurus cabang berkumpul dari berbagai daerah untuk dikukuhkan.
Pengurus cabang PDNU yang dilantik, antara lain PC Kabupaten Malang, Kediri, Pasuruan, Bondowoso, Lamongan, Kota Batu, Bangkalan, Banyuwangi, Tulungagung, Madiun, Jombang, Cirebon, Makassar, Sumenep dan Kota Malang. Sedangkan, pengurus wilayah yang dilantik yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sulawesi Selatan.
“Ini dalam rangka membina struktur organisasi. Visi kami adalah ikut perjuangan NU mempertahankan akidah ahlusunah waljamaah. Anggota kami saat ini 30 ribu dan target berkembang hingga 56 ribu dokter,” tuturnya.
Dia menambahkan, PDNU sudah berembrio sejak tahun 2017. Dulunya, embrio PDNU muncul di Malang Raya. Setelah disahkan oleh PBNU, kini PDNU akan bergerak di bidang kedokteran. Terutama, telaah tentang fiqih kedokteran dan penanganan pasien. Niam mencontohkan, PDNU bergerak di bidang telaah Islam tentang penanganan pasien beda jenis kelamin, tentang kesucian setelah penjahitan luka bedah pasien, dan berbagai hal teknis yang berkaitan dengan syariat.
“Telaah fiqih kedokteran diperlukan bagi tenaga medis yang setiap hari menangani pasien. Tujuannya, supaya mereka tetap yakin, bekerja dengan nurani, dan 100 persen mendedikasikan dirinya untuk selamatkan nyawa. Sarasehan digelar juga untuk membahas kasus per kasus,” sambungnya.(fin/aim)

Berita Terkait