Pembayaran THR, Disnaker Pantau 250 Perusahaan


MALANG - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Malang akan melakukan pemantauan dan pengawasan pemberian THR di 250 perusahaan yang ada di Kota Malang. Meski begitu di Kota Malang hingga saat ini tercatat ada sebanyak 948 perusahaan jumlahnya.
Hal ini disampaikan Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial M Damhudi kemarin saat dikonfirmasi mengenai pemantauan pemberian hak THR di Kota Malang. Dijelaskannya, pemantauan akan dilakukan mulai, Senin (20/5) besok.
Pihaknya telah membentuk lima tim yang bergerak di lima kecamatan yang ada di Kota Malang.
"Ada 250 perusahaan yang dipantau mulai 20 sampai 31 Mei. Kami juga membuka posko pengaduan di kantor Disnaker Kota Malang," tegasnya.
Setiap satu tim berjumlah tiga orang. Mereka akan menanyakan kapan THR dibagikan, lalu jumlahnya berapa dan apakah sudah sesuai ketentuan atau tidak. "Kalau tidak sesuai aturan, akan ada sanksi sebesar lima persen dari pendapatan perusahaan," imbuh Damhudi.
Tahun kemarin ada beberapa perusahaan yang tidak memberikan tunjangan. Atau memberikan tapi tidak sesuai dengan ketentuan.
"Ya rata-rata alasannya bermacam. Omzet perusahaan yang turun, ketidak patuhan membayar upah," jelasnya.
Disnaker Kota Malang mendorong agar perusahaan di Kota Malang bisa memberikan hak THR kepada pekerjanya.
Sementara itu Wali Kota Malang Sutiaji beberapa waktu lalu juga berkomentar bahwa Pemkot Malang akan mengawasi secara tegas pemberian THR. "Ya kami akan ikut mengawasi," jelasnya saat dikonfirmasi hal ini.
Dalam kesempatan itu, Sutiaji juga menjelaskan bahwa Pemkot Malang tidak memiliki mekanisme pemberian THR kepada pegawai honorer di lingkup Pemkot Malang.  Meskipun tidak ada aturan yang menyusun secara teknis pemberian THR terhadap honorer, namun honorer tetap mendapat THR.
"Soal honorer kami serahkan ke dinas masing-masing," tegas walikota yang gemar bermain badminton ini.
Diterangkannya, THR yang diberikan kepada honorer berasal dari iuran para ASN yang bertugas di dinas terkait. Namun Sutiaji tidak menjelaskan mominal maupun rumus penjumlahan banyaknya nilai THR.
"Kan ada gaji ke-13 dan ke-14 yaitu THR. Biasanya teman-teman iuran," imbuh Sutiaji.
Sementara itu, Pemkot Malang akan mencairkan THR dan gaji ke-13 PNS dalam waktu dekat. Meski dalam PP No. 35 dan 36 tahun 2019 tentang pembayaranTHR dan Gaji ke-13 disebut pencairannya diatur dalam Perda. (ica/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :