Pemerintah Dinilai Lamban, Warga Tambal Aspal Secara Swadaya


MALANG - Forum Warga Malang Peduli lakukan pengerjaan aspal secara swadaya. Mereka melakukan itu karena pemerintah dinilai lamban dalam menangani masalah lubang-lubang jalan di Kota Malang yang yang semakin hari semakin banyak memakan korban.
Beberapa titik yang diaspal oleh Forum Warga Malang Peduli antara lain jalan Kahuripan, Jalan Ir. Rais dan Jalan Candi Panggung. Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pemerintah tidak mampu berbuat banyak untuk segera menyelesaikan masalah kerusakan jalan. Dikarenakan dana insidental perbaikan jalan menipis. Selain, itu anggaran APBD juga tidak mencukupi.
Mengetahui kondisi itu, Forum Warga Malang Peduli berupaya mencari solusi. Mereka menggalang dana untuk mengerjakan proyek aspal tanpa menunggu langkah dari pemerintah.
Koordinator Aksi, Sudarno, mengatakan bahwa dana yang dipakai dari pengaspalan ini murni berasal dari masyarakat. “Selama satu minggu kami galang dana di tempat umum Kota Malang,” ucap Sudarno.
Hasil yang didapatkan dari penggalangan dana yaitu sebesar Rp 4.111.600. Dana itu digunakan untuk membeli aspal dan memberi upah pekerja. “Kami dengan uang sebanyak itu membeli aspal satu pick up, koral satu pick up, sekaligus untuk biaya tenaga kerja,” kata Sudarno.
Menurut Sudarno pihaknya sudah melakukan audiensi dengan pemerintah. Rencana awalnya, saat forum Warga Malang Peduli diundang Wali Kota Malang dalam acara Jagong Bareng akan menyerahkan hasil penggalangan dana kepada pemerintah agar pemerintah yang mengaspal jalan. Namun, pemerintah tidak berani memakai dana tersebut. “Kami akan melakukan ini sampai pemerintah benar-benar melaksanakan tugasnya untuk memperbaiki jalan,” ujarnya.
Sudarno mengajak semua elemen masyarakat untuk turut melakukan kegiatan-kegiatan serupa. Selain itu, ia menghimbau masyarakat yang menjadi korban kecelakaan jalan berlubang untuk melapor ke polisi. “Karena dengan lapor kita dapat menuntut balik pemerintah berdasarkan hasil visum dan BAP di kepolisian,” tuturnya.
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, merespon aksi itu. Ia mengatakan bahwa pemerintah merespon dengan positif. Menjelaskan lebih lanjut Sofyan menganggap aksi itu adalah bagian dari rasa tanggung jawab masyarakat terhadap kotanya.
“Kami di eksekutif akan semakin kerja keras. Kami akan maksimalkan pelayanan, tentu kami akan segera tindak lanjut dan cara solusi terkait penambalan jalan berlubang dalam jangka waktu dekat,” katanya. (mg2/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :