Pemilih Pemula di Blimbing Terbanyak, Klojen Paling Sedikit

 
MALANG – 44.473 pemilih baru akan menggunakan hak pilihnya kali pertama pada Pilkada Jatim dan Kota Malang pada 27 Juni mendatang, dari total jumlah pemilih 650 ribu pemilih. Warga di Kecamatan Blimbing terbanyak yang memiliki pemilih baru, mencapai 12.713 warga.
Komisioner KPU Kota Malang Deny R Bahtiar menjelaskan, hal  ini dimaknai positif karena meningkatkan partisipasi pemilih. Angka tersebut didapat dari hasil rekapitulasi data seluruh kecamatan dalam tahapan pencocokan dan penelitian (coklit).
“Kecamatan Blimbing terbanyak dan Kecamatan Klojen yang paling sedikit jumlah pemilih barunya,” kata komisioner yang membidangi Divisi Perencanaan dan Data KPU Kota Malang ini.
Dijelaskannya, Kecamatan Sukun yang tercatat memiliki pemilih baru sebanyak 11.659 warga. Kecamatan Kedungkandang pun tercatat memiliki pemilih baru sebanyak 9.330 warga. Kemudian Kecamatan Lowokwaru yang menghasilkan pemilih baru sebanyak 6.587 warga.
“Terakhir Kecamatan Klojen, yang ternyata tercatat pemilih barunya sebanyak 4.184 warga,” papar Deny. 
Menurutnya, angka ini didapat dari beberapa golongan masyarakat, sebagian besar dari kalangan pelajar atau anak muda yang pada saat pencoblosan sudah memiliki hak suara karena sudah berusia 17 tahun.
Lainnya, datang dari golongan pensiunan dinas, seperti pensiunan anggota TNI, Polri. Lainnya juga disumbang oleh penduduk-penduduk baru yang ada di Kota Malang. Ia menambahkan saat ini pihaknya masih mengusahakan menambah angka pemilih dalam Pilkada Kota Malang khususnya di golongan pemilih yang masih tercatat belum memiliki KTP elektronik. 
Sebelumnya, KPU sudah menurunkan edaran pedoman agar KPU di daerah bekerja lebih giat meningkatkan partisipasi pemilih. Salah satunya dengan adanya pedoman sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga pada pemilihan serentak 2018.
Pedoman itu disusun KPU sebagai bentuk tindak lanjut secara teknis PKPU nomor 8 tahun 2017. Komisioner KPU Kota Malang Ashari Husen sempat menyatakan, pihaknya sudah membentuk tim di tingkat kecamatan dan kelurahan. 
“Mereka lah yang nanti menjadi ujung tombak menyadarkan para rumah tangga untuk datang memilih 27 Juni nanti. Kami sudah bentuk tim di tingkat bawah, mereka yang bergerak,” ungkapnya. 
Cara kerjanya, petugas tersebut, kata Ashari, mengikuti banyak pertemuan di RT/RW. Kegiatan apapun, seperti yasinan, tahlilan, pertemuan PKK hingga Posyandu. Sasarannya keluarga yang datanya sudah termutakhirkan dalam daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP). (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :