Pemilihan Pemuda Pelopor Sepi Peminat


MALANG - Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang mencari pemuda pelopor dalam berbagai bidang. Hanya saja minat pemuda untuk mengikuti acara itu masih minim. Sejak pendaftaran dibuka pada 6 Februari lalu, hingga kemarin, tercatat hanya ada satu pemuda yang mendaftarkan dirinya.
Pendaftaran masih dibuka hingga 26 April mendatang. Harapannya, di masa akhir pendaftaran akan banyak pemuda yang berminat untuk mengikuti kegiatan ini. Apalagi, kegiatan ini untuk menumbuhkembangkan  semangat kepemimpinan pemuda di Kota Malang. Ada lima bidang pelopor yang dicari, bidang pangan, pendidikan, sosial budaya, pariwisata,  dan bela negara.
“Sampai dengan saat ini, pemuda di Kota Malang banyak yang ogah-ogahan ikut kegiatan seperti ini. Antusiasnya kurang,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Widayati kepada Malang Post, beberapa waktu lalu.
Padahal menurutnya, kegiatan seperti ini banyak manfaatnya. Selain dapat mengembangkan karyanya, peserta mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Program pemilihan pemuda pelopor ini terstruktur dengan kementerian.
 ”Peserta yang menang sebagai juara satu dari tingkat kota akan difasilitasi untuk mengikuti seleksi di tingkat provinsi. Jika dari provinsi lolos juga, akan lanjut ke tingkat nasional,” papar  wanita asli Trenggalek ini.
Dijelaskannya, selama ini yang menjadi kendala bagi sebagian pemuda di Kota Malang yaitu kurangnya implementasi karya mereka terhadap masyarakat. ”Biasanya, meski ide dan karyanya bagus, namun masih kurang berimplementasi pada masyarakat sekitar,” tambahnya.
Oleh sebab itu, pihaknya terus memonitor pemuda di Kota Malang yang mempunyai ide dan karya yang cemerlang agar terus mengembangkan karyanya. Selain itu, ia selalu mensosialisasikan program tersebut pada lembaga pendidikan, baik di SMA maupun perguruan tinggi untuk memancing siswa dan mahasiswa mengikuti kegiatan ini.
Pemilihan Pemuda Pelopor tersebut merupakan salah satu program untuk memperingati hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun 2018 nanti. Syarat untuk mendaftar cukup sederhana.
”Hanya dengan  melampirkan  fotokopi akte kelahiran dan mengumpulkan proposal karya ilmiahnya untuk kemudian kita review,” tambahnya.
Selain itu, Pemuda Pelopor merupakan generasi muda yang berusia antara 16-30 tahun. Mereka harus memiliki gagasan unik atau karya yang dapat diimplementasikan kepada masyarakat. ”Karya ilmiah di Kota Malang ini sangat banyak. Namun harus kita lihat juga apakah karya tersebut dapat diiimplementasi kepada masyarakat atau tidak, paling sedikit dua tahun,” kata wanita berhijab ini. (mg6/aim)

Berita Lainnya :