Pemkot Malang Bakal Terapkan E-Pokir


MALANG - Kota Malang perlahan-lahan mulai menerapkan segala kebijakan berbasis digital. Kini sebuah platform aplikasi E-Pokir (pokok-pokok pikiran - elektronik) tengah dikembangkan.
Aplikasi ini menjadi wadah bagi siapa saja, termasuk anggota DPRD untuk memberi masukan atau usulan program ke Pemkot Malang. Sehingga melalui aplikasi ini, semua menjadi lebih transparan. Aplikasi ini berguna meminimalisir terjadinya penyimpangan, utamanya dalam sistem perencanaan penganggaran. ”Sekarang masih tahap penyempurnaan. Mudah-mudahan segera tuntas,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Zulkifli Amrizal belum lama ini.
Aplikasi ini, kata Zul, panggilan akrab Zulkifli Amrizal, merupakan langkah nyata Pemkot Malang untuk meminimalisir segala bentuk penyimpangan. E-Pokir sendiri merupakan aplikasi yang akan diisi (diinput) masing-masing anggota legislatif sebagai penyampaian aspirasi dari masyarakat secara online untuk kemudian ditindaklanjuti Badan anggaran (bangar) untuk di ajukan kepada eksekutif dalam perencanaan APBD.
Menurutnya, tim NCC masih bekerja keras dalam menyiapkan program tersebut. Termasuk juga rajin sosialisasi ke OPD (organisasi perangkat daerah) yang terkait dengan sistem layanan digital. ”Kami juga sosialisasikan ke OPD tentang sistemnya. Supaya cepat nyambung nanti,” ungkap Zul.
Lebih lanjut, sosialisasi ke OPD tersebut penting agar semua ASN (aparatur sipil negara) terbiasa dengan layanan digital. Sehingga, mereka sudah terbiasa dengan sistemnya. “Karena yang akan melayani dengan sistem ini nanti ASN,” tandas dia.
Tak hanya itu, masih kata dia, hingga kemarin juga sudah ada sekitar 120 aplikasi untuk layanan sistem smart city tersebut. Sehingga, aplikasi ini bisa dijalankan secara maksimal tahun depan. ”Termasuk ada beberapa lagi yang masih dalam pengembangan tim kami,” pungkasnya. (ica/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :