Pencemaran Sungai Harus Ditangani Bersama

 
MALANG - Kualitas air sungai di Kota Malang sudah tercemar menjadi ancaman serius yang harus segera ditangani seluruh stakeholder. Sebanyak 19 titik sungai di Kota Malang masuk dalam ketegori merah atau tercemar.
“Ini harus menjadi alarm bagi masyarakat Kota Malang untuk bersama-sama menanganinya,” kata Direktur Eksekutif Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) Jawa Timur Prigi Arisandi kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, baik pemerintah maupun stakeholder lainnya harus segera mengetahui sumber penyebab tercemarnya sungai di Kota Malang. Sehingga dapat diketahui prioritas upaya pemulihannya.
Salah satunya dengan pendekatan sosial melalui pengurangan atau moratorium pencemaran. Yang dapat dilakukan dengan melibatkan sumber atau pelaku dalam upaya pemulihan. Misalkan, jika sungai tercemar karena ulah pelaku usaha, maka pelau usahalah yang harus didesak untuk bertindak.
“Selain itu edukasi masif melalui televisi, radio dan media sosial atau online untuk membuat masyarakat mengerti atau bisa mengakses informasi,” tegasnya.
"Hal ini dapat secara langsung mengajak masyarakat berpartisipasi mengawasi kegiatan pelanggaran, dan melaporkannya kepada Dinas Lingkungan atau wali Kota Malang,” terangnya.
Sebagai prioritas utama, dia mengusulkan agar Pemkot Malang membuat unit reaksi cepat untuk merespon pengaduan masyarakat. Unit ini akan melakukan upaya penganggulangan dan preventif ataupun upaya pemberian sanksi sesuai perda,
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Drs Agoes Edy Poetranto MM menjelaskan, pihaknya sudah membentuk tim pengawas khusus yang mengajak banyak pihak seperti Satpol PP, kepolisian, kejaksaan untuk menanggulangi isu lingkungan semakin membahayakan. 
“Kita akan tindak tegas mereka-mereka yang kedapatan membuang limbah rumah tangga atau pabrik ke sungai dan akan dikenakan sanksi pidana,” tegas Agoes.
Seperti yang diberitakan Malang Post sebelumnya, setidaknya terdapat 19 titik sungai Kota Malang yang tergolong dalam sungai dengan tingka pencemaran sedang sampai berat, diantaranya, Sungai Brantas, Metro, Kasin, Lahor, sampai Amprong. (ica/aim)

Berita Lainnya :