Perbanyak Event, Disbudpar Targetkan Wisatawan Naik 10 Persen


MALANG - Sepanjang tahun 2019 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang menggeber berbagai macam event budaya. Ada berbagai macam kegiatan yang akan ditampilkan, mulai dari kesenian, kuliner hingga wisata belanja. Dengan adanya event tersebut, diharapkan wisatawan yang datang ke Kota Malang meningkat hingga 10 persen.
Hal tersebut diungkapkan Kasi Promosi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Agung H Buana. “Sepanjang tahun 2019 ini, kami menyiapkan sekitar 54 event pariwisata yang sudah dikurasi. Tidak semata-mata dilakukan oleh Disbudpar. Namun, juga mengakomodir kegiatan masyarakat. Seperti komunitas, kelurahan, perguruan tinggi hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),” terang dia kepada Malang Post, akhir pecan kemarin.
Lebih lanjut, Agung menegaskan, dalam mengadakan event pariwisata, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Seperti amenitas, aksebilitas dan atraksi. “Atraksi yang paling menarik adalah event-event kebudayaan dan kesenian. Selain itu, juga harus memberikan daya tarik masyarakat dalam kegiatan sehari-hari,” kata dia.
Oleh karena itu, sepanjang tahun 2019 ini, pihaknya akan mengembangkan event-event kuliner, belanja dan event-event heritage. “Untuk wisata belanja, kami akan bekerjasama dengan pasar tradisional maupun modern. Bagaimana caranya menggelorakan belanja sebagai salah satu destinasi wisata,” papar dia.
Sementara, untuk event kuliner, pihaknya juga akan mengadakan festival dan akan memunculkan gastronomi kuliner yang ada di Kota Malang. “Kami juga sudah susun bukunya. Rencananya, akan kami luncurkan di HUT Kota Malang ke-105 nanti,” ungkap Agung.
Dengan adanya rencana tersebut, pihaknya berharap, ada peningkatan jumlah wisatawan yang ada di Kota Malang, baik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekitar 10 persen. “Tahun lalu, Kota Malang menerima kunjungan domestik sebanyak 5 juta orang dan kunjungan dari mancanegara sebanyak 15 ribu orang,” ungkap dia.
Namun, lanjut Agung, menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 nanti, sepanjang 25 Maret hingga 17 April 2019. kegiatan yang bersifat kumpulan massa harus ditiadakan. “Kami harus sadari serta menjadi catatan dan perhatian. Oleh karena itu, kami akan menyikapi dengan paket wisata yang sudah disediakan untuk tour and travel,” urai Agung.
Selain itu, Disbudpar juga akan menggandeng beberapa stakeholder. Seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) hingga travel agent. “Kami akan bergandengan tangan untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Meski nanti terjadi kenaikan harga tiket pesawat hingga peristiwa alam, itu sudah menjadi dinamika kita,” kata dia.
Sehingga, target wisatawan bisa terus meningkat. “Apalagi, ada puasa dan Lebaran. Hal itu bisa jadi peluang kita. Dengan kalender event yang ada, tugas kami memberikan pelayanan yang terbaik,” tandas dia. (tea/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :