Persiapan Pemkot Malang Sambut Interchange Tol


MALANG - Kawasan Sawojajar menjadi salah satu kawasan utama skema jalan dan ruas baru. Mengingat progress Tol Pandaan-Malang yang menyisakan ruas di Jalan Ki Ageng Gribig saja. Maka Pemkot Malang segera melakukan peningkatan kapasitas jalan. Paling cepat dalam satu tahun ke depan ada sejumlah jalan baru yang dikembangkan.
Tiga seksi pengerjaan Tol Pandaan-Malang telah diresmikan beberapa waktu lalu. Dengan selesainya seksi 1 hingga 3 tol ini menyisakan progress dua seksi lagi. Salah satunya akan menyentuh kawasan Kota Malang tepatnya di Madyopuro yakni seksi 5. Yakni bagian Interchange Tol Pandaan-Malang.
Interchange tol ini diprediksi akan membawa luapan arus kendaraan dari tol masuk ke Kota Malang. Maka dari itu, sebelumnya seksi ini selesai, Pemkot Malang mulai melakukan upaya antisipasi.  
Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan upaya Pemkot Malang dalam waktu dekat. Mencari jalur alternatif baru. Serta memetakan pelaksanaan pembentukan ruas jalan baru di kawasan Interchange Tol, yang berpusat di kawasan Madyopuro dan sekitarnya.  
“Tol ini akan mampu mengurai kemacetan Lawang, Singosari dan lain sebagainya. Tapi untuk Kota Malang, akan berimbas kemacetan untuk sementara ini sudah terjadi di sekitaran Arjosari,” papar Sutiaji.
Ia mengatakan saat ini Pemkot Malang mulai melakukan survei. Ini untuk melihat jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan di kawasan interchange. Yakni salah satunya di kawasan Jalan Dirgantara.
Wali kota yang berusia 55 tahun ini menjabarkan, kawasan ini dapat memberi akses baru. Fungsinya untuk mengurai kemacetan di kawasan perempatan Sawojajar dan Jembatan Ranugrati. Pasalnya dapat memberikan akses jalan tembus hingga kawasan Polehan (Kutho Bedah-Muharto).
“Rencana kita mau lihat di situ jalan di sampingnya mall Giant itu (Dirgantara,red). Dan juga di sekitar lainnya yang memang dapat tembus ke kawasan Muharto,” tegas Sutiaji.
Kemudian progress saat ini, Wali Kota Malang Sutiaji juga menyampaikan sudah akan masuk ke tahap survei. Dikatakannya dalam waktu dekat Pemkot Malang  akan melakukan survei teknis dan juga survei lainnya yakni untuk melihat karakter seseorang. Salah satunya untuk mengetahui aktivitas seseorang di masing-masing jam, terutama saat memanfaatkan jalan.
“Sehingga nanti bisa diketahui kapan jam sibuk dan akan dicarikan jalan alternatif. Selain itu kami bersiap bebaskan lahan untuk pelebaran jalan,” tandas Sutiaji.

Berita Terkait

Berita Lainnya :