Pertahankan Eksistensi Pasar Tradisional, Eko Sya Raih Gelar Doktor


MALANG – Menjaga kepuasan pelanggan sangat dibutuhkan untuk mempertahankan keberadaan pasar tradisional di tengah gempuran pasar modern. Karena terdapat nilai budaya dan sosial yang terkandung di dalam pasar tradisional, diantaranya interaksi antara pedagang dengan pembeli.
Hal itu menjadi penelitian Kabid Pengelolaan Pasar Rakyat Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi, S.Sos, MM yang kemarin, berhasil dinyatakan lulus promosi Doktor Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Unmer,  dengan predikat sangat memuaskan. Eko berhasil mempertahankan disertasi yang mengambil objek penelitian pedagang pasar di hadapan sembilan orang penguji. Eka Sya, sapaan akrabnya merasa lega. Setelah kemarin (22/8) melalui tahap persidangan terbuka selama satu setengah jam.
“Setelah melalui perjuangan yang panjang, ini sebuah kelegaan yang besar untuk saya. Penelitian ini saya harap benar-benar diimplementasikan, karena data-data penelitian saya murni karena berasal dari pedagang pasar melalui metode kuisioner,” kata Eko Sya kepada Malang Post, usai sidang promosi kemarin.
Bapak lima orang anak ini mengambil judul disertasinya, ‘Pengaruh Komitmen Manajemen pada Kualitas Layanan dan Layanan Karyawan Beroriantasi Pelanggan serta Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan Pasar Tradisional Kota Malang,’. Disertasi itu di uji dalam siding yang dibuka Rektor Universitas Merdeka Malang, Prof. Dr. Anwar Sanusi, SE., M.Si. Sidang berlangsung dengan lancar, dan Eko dapat menjawab semua pertanyaan penguji dan penyanggah dengan tepat dan memuaskan.
Dalam penelitiannya, Eko ingin melihat pengaruh komitmen manajemen pada kualitas layanan Dinas Pasar, layanan karyawan berorientasi pelanggan dan harga, yang dalam hal ini yakni tarif retribusi terhadap kepuasan pelanggan yaitu pedagang pasar. Komitmen manajemen diantaranya melalui pembinaan, pengambangan, dukungan dan penghargaan. Sedangkan layanan karyawan yang diberikan meliputi kemampuan teknis, sosial motivasi dan penghargaan untuk pedagang pasar dari karyawan Dinas Pasar.
“Kenapa kepuasan pelanggan ini penting, yakni agar mereka terus dapat berjualan. Dari hasil penelitian ini, pedagang sangat puas apabila ada pembinaan untuk berjualan yang sehat, dan kemampuan karyawan untuk dapat berkomunikasi dengan paguyuban pedagang pasar,” jelasnya.
Dijelaskannya, penting bagi Pemerintah Kota untuk mendukung pasar tradisional dengan membatasi pendirian pasar modern. Skill karyawan Dinas Pasar juga penting untuk ditingkatkan untuk menjalin komunikasi yang kondusif dengan paguyuban pedagang pasar.
Sidang gelar doctor kemarin diketuai oleh Prof  Dr. Grahita Chandrarin, M.Si., Ak, yang juga selaku Direktur Program Pascasarjana Unmer dan penyanggah. Prof. Dr. Anwar Sanusi, SE., M.Si selaku rektor juga sebagai penyanggah, Prof. Dr. Nazief Nirwanto, MA, Prof. Dr. Budi Siswanto, MSi, Prof Dr Aloysius R Entah SH MH, Dr. Abdul Manan, M.Si., Dr. Junianto Tjahjo Darsono, SE.,MM, promotor Prof. Dr. Widji Astuti,MM., dan ko promotor DR Ach. Firdiansjah, MM.
Sebelum menyampaikan pengumuman, Rektor Unmer, Anwar sempat melontarkan guyonan ketika melihat hadirin dan Eko terlihat tegang menunggu pengumuman.

“Bagaimana perasaannya? Masih ingat namanya, tidak?,” kata Anwar yang disambut dengan gelak tawa hadirin.
Sebelumnya, Eko telah melampaui ujian akhir tahap pertama dan dinyatakan lulus pada tanggal 28 Juli lalu. Sidang untuk mempertimbangkan gelar doctor kemarin, juga dihadiri oleh Dandim 0833/Kota Malang, Letkol Inf Nurul Yakin, Paguyuban Pasar Dinoyo, Direktur Malang Post , H. Sudarno Seman, Kadis Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto dan lainnya, termasuk kepala-kepala pasar tradisional di Kota Malang. (dbl/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :