PKS Kota Malang Makin Dipercaya


MALANG - Jumlah hewan kurban yang disembelih PKS Kota Malang pada Idul Adha tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Hal ini karena kepercayaan masyarakat terhadap PKS yang terus meningkat.
“Tahun ini DPD PKS Kota Malang menyembelih 64 ekor hewan kurban. Jumlah ini meningkat dua kali lipat jika dibandingkan tahun lalu 32 ekor hewan kurban,” jelas Ketua DPD PKS Kota Malang, Ernanto Djoko Purnomo di sela tasyakuran kurban yang diselenggarakan DPC PKS Kecamatan Lowokwaru, Minggu (11/8).
Djoko mengungkapkan,  tahun ini DPD PKS Kota Malang tidak menyembelih sendiri hewan kurban. Melainkan disembelih di tiap kecamatan oleh DPC masing-masing. “Kita sedang pertimbangkan untuk tahun depan disembelih di tiap ranting. Karena kita ingin, selain kader dan simpatisan, momen IdulAdha menggembirakan bagi semua lapisan masyarakat, agar PKS semakin melekat dengan rakyat,” urai Djoko.
Lebih lanjut dia mengatakan, PKS rutin menyembelih hewan kurban setiap tahunnya. Selain partisipasi dari kader partai berlogo bulan sabit dan kakbah ini juga menerima titipan hewan kurban dari masyarakat.

Dari total 64 ekor hewan kurban, masing-masing terdiri dari 26 ekor sapi dan 38 ekor kambing. Sebarannya yakni di Kecamatan Blimbing empat ekor sapi dan tiga ekor kambing, Kecamatan Lowokwaru sebanyak delapan ekor sapi dan empat ekor  kambing, di Kecamatan Sukun enam ekor sapi dan enam  ekor kambing. Sedangkan di Kecamatan Klojen, empat ekor  sapi dan dua ekor kambing, serta Kecamatan Kedungkandang empat ekor sapi dan 19 ekor kambing.
“Alhamdulillah pascapemilu, masyarakat semakin aware dengan PKS yang concern selain politik juga kegiatan sosial kemasyarakatan. Masyarakat yakin, bahwa PKS amanah dalam membagi-bagikan hewan kurban kepada golongan yang berhak menerimanya,” kata Djoko.
Ia menambahkan, PKS punya data di setiap kecamatan golongan masyarakat yang berhak menerima hewan kurban. “Sedangkan untuk penyembelih hewan kurban pun, tidak bisa sembarangan orang. Harus orang yang betul-betul paham tentang bagaimana syarat dan hukumnya.Harus betul-betul paham. Kalau sembarang orang, kita takut sekali karena ini amanah masyarakat,”pungkasnya. (van)

Berita Terkait