PMI Jamin Stok Darah Aman


MALANG -  Di tengah maraknya kasus demam berdarah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang menjamin stok darah, khususnya trombosit aman. Sepanjang bulan Januari  lalu, data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, kasus DB di Malang mencapai 52 kasus.
Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kota Malang, dr Enny Sekarrengganingati mengatakan, saat ini permintaan untuk darah maupun trombosit tidak terlalu banyak. "Tidak semua membutuhkan trombosit. Kalau memang ada yang tidak bisa dicukupi, karena kecocokan golongan darah. Stoknya Insya Allah aman," terang Enny ditemui Malang Post.
Enny menjelaskan, beberapa waktu lalu di beberapa media sosial sempat beredar informasi berantai yang menyatakan stok teombosit di PMI Kota Malang cenderung langka. "Tidak benar. Cadangan darah kami cukup. Sementara untuk trombosit, sebelum diberikan kepada pasien butuh proses cukup lama, tidak bisa langsung diberikan dari pendonor," ujar dia.
Lebih lanjut dijelaskannya, setelah darah didapatkan dari pendonor, PMI masih harus melakukan berbagai macam proses, mulai dari screening penyakit hingga pemisahan sel darah merah. "Prosesnya membutuhkan waktu sekitar 6-8 jam. Jiika pasien membutuhkan darah di pag hari misalnya, kami baru bisa mencukupi sore harinya. Bukan berarti stok tidak ada, tetapi butuh proses," kata mantan kepala Dinas Kesehatan Kota Malang itu
Selain itu, pasokan darah juga selalu dikontrol dan tidak bisa bertahan lama. "Darah hanya awet selama lima hari. Lebih dari itu, langsung kita musnahkan sesuai dengan aturan lingkungan hidup," kata dia.
Meskipun tren jumlah penderita DBD meningkat, namun Enny mengungkapkan jika permintaan trombosit selama Desember 2018 hingga Januari 2019 justru menurun sekitar 8 persen. "Permintaan trombosit pada kita menurun. Tetapi tidak bisa diprediksi untuk jenis golongan darah apa yang paling banyak permintaannya," tambahnya.
Sejauh ini, permintaan trombosit cenderung mengalami penurunan, yakni sekitar 8 persen. Pada bulan November 2018 lalu, permintaan stok trombosit sebanyak 1944 kantong dan terpenuhi sekitar 1800 kantong. Sementara, untuk bulan Desember 2018, permintaannya mencapai 1895 kantong dan sudah terpenuhi semua. "Sedangkan untuk bulan Januari 2019 permintaannya sebanyak 1629 kantong," tandasnya. (tea/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :