PP Bahrul Maghfiroh Jadi Leading Sector Halal Food


MALANG – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan LPH dan Halal Centre Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh, Tlogomas, Kota Malang, Minggu (14/7). Keberadaan Halal Center itu bisa menjadi salah satu penggerak terwujudnya proses penyembelihan hewan yang benar. Juga akan disiapkan sebagai leading sector untuk makanan halal.
Persmian itu dilakukan dengan peletakan baru pertama pembangunan gedung LPH dan Halal Center di PP Bahrul Maghfiroh yang di pimpin Prof. Bisri. Gedung itu akan dijadikan pusat edukasi penyembelihan hewan secara halal.
"Mudah-mudahan, nanti Bahrul Maqhfiroh menjadi leading sector untuk itu. Mulai proses penyiapan sampai dengan penyembilihannya. Karena juru penyembelihan sapi terus bertambah. Kita lakukan training ulang bagaimana menjadi juru sembelih yang halal,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah mengaku banyak menemukan proses penyembelihan, utamanya untuk ayam yang tidak sesuai dengan kaidah. Dikhawatirkan daging ayam yang dikonsumsi menjadi tidak halal.
“Selama ini, Juru Penyembelihan Hewan (Juleha) baru fokus untuk sapi. Sementara, untuk ayam, prosesnya (penyembelihan) agak teledor. Kurang mengikuti norma fiqih,” papar dia.
Berdasarkan hasil survey yang dilakukannya, dia menemui beberapa proses penyembelihan ayam yang tidak sempurna. “Ayam itu hanya digores lehernya, kemudian disiram dengan air panas,” terangnya.
Ia menilai, berdirinya Halal Centre sangat penting untuk meneliti proses penyembelihan hewan, termasuk ayam. Sebab, makanan halal adalah salah satu fondasi untuk membangun kehidupan berbangsa. "Harapan kita semua adalah kalau membangun masyarakat Indonesia sehat lahir batin, jasmani rohani. Maka antara lain yang harus kita jaga adalah makanan yang halal, sumbernya halal prosesnya juga halal," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga berharap, agar wilayah Jawa Timur bisa seperti Tokyo, yang sudah menerapkan makanan halal. “Kita harus belajar, bagaimana Tokyo bisa menginisiasi halal food. Perkembangan bisnis syariah di Tokyo juga pesat. Banyak hal yang memang harus dibenahi dan siap untuk melakukan improvement di banyak di lini," tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait