Prihatin, Saluran Air Jadi Tempat Sampah


MALANG – Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di kali masih rendah. Buktinya, banyak ditemukan saluran air, sungai yang dipenuhi sampah. Akibatnya, banjir bisa terjadi dimana-mana karena saluran air tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam satu bulan ini, Satgas DPUPR Kota Malang melakukan normalisasi 70 saluran air.
Sehingga, per harinya ada dua hingga tiga selokan bersampah yang harus dibersihkan atau normalisasi. Kepala Bidang (KABID) Sumber Daya Air dan Drainase (SDAD) Ir Bambang Nugroho menjelaskan, setiap hari Satgas DPUPR Kota Malang menyisir titik-titik rawan banjir, dan menormalisasi lokasi yang langganan banjir, atau yang berasal dari pengaduan warga.
 “Dalam bulan Januari lalu saja ada kurang lebih 72 selokan yang disisir tim Satgas DPUPR Kota Malang,” kata Bambang Nugroho.
Dijelaskannya, normalisasi terus dilakukan meski kondisi cuaca Kota Malang tidak menentu di bulan ini.
“Akhir bulan Januari lalu, Satgas DPUPR Kota Malang melakukan normalisasi saluran air di kawasan Sukun, yakni, Jalan Raya Langsep dan Bakti Luhur Kelurahan Pisangcandi, di kedua tempat tersebut, berbagai jenis sampah kembali menjadi penyebab tersendatnya aliran air sehingga meluap saat hujan deras datang,” ungkapnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :