Puisi Kemerdekaan dari Balik Jeruji Lapas Wanita

 
MALANG - Sebuah sajak bercerita soal makna kebebasan dan kemerdekaan terlontar jelas dari balik jeruji besi Lapas Wanita Kelas II Sukun, Malang, Rabu (23/8) kemarin. Sajak yang dibacakan seorang penghuni lapas ini dengan tegas memberi makna kemerdekaan yang tidak lagi berkutat pada seremonial belaka.
“Merdeka untuk kita. Merdeka harus punya arti. Biar kami terbelenggu, biar kami masih dibatasi gerak-gerik disini kemerdekaan tetap bisa kami rasakan,” tutur salah seorang warga binaan yang dipanggil Bu Jeti saat membacakan puisi yang dikarangnya sendiri di hadapan ratusan warga binaan lain.
Puisi ini dikumandangkan dengan tulus penuh makna membuat warga binaan Lapas Wanita Sukun yang berjumlah 562 orang hanyut. Tidak hanya warga binaan, pejabat dan pegawai Lapas tertegun mendengar puisi dalam kegiatan semarak kemerdekaan HUT ke 72 RI di Lapas Wanita Sukun ini.
Sebelum pembacaan puisi, beberapa warga binaan Lapas Sukun menyuguhkan penampilan  
hiburan. Di puncak perayaan Kemerdekaan RI, Lapas Sukun memperingatinya dengan menggelar  kreativitas warga binaan dalam berbagai bentuk. 
Kalapas Wanita Sukun, Anis Joeliati Bc. Ip., SH., menjelaskan kegiatan ini merupakan kegiatan puncak Lapas Wanita Sukun dalam memperingati Kemerdekaan RI.“Ini puncaknya. Sengaja kami pusatkan pada kegiatan hiburan dan pemberian hadiah bagi pemenang-pemenang lomba kemerdekaan sebelumnya,” papar Anies kepada Malang Post di sela acara. 
Sebelumnya, sejak awal Agustus, Lapas Sukun sudah menggelar berbagai kegiatan lomba jelang hari Kemerdekaan RI. Di antaranya lomba menyanyi kelompok, lomba fashion, sampai lomba pembacaan puisi. Antusiasme besar dirasakan Anis, terhadap semangat warga binaannya dalam mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.
“Tanggal 17 Agustus yang dapat remisi ada 189 warga binaan. Yang langsung bebas murni maupun bersyarat ada 11 warga binaan. Semoga dengan kegiatan ini semua semakin semangat,” papar Anis.
Ditambahkannya, saat ini hampir 60 persen warga binaan yang ada di Lapas Wanita Sukun berasal dari kasus narkoba. Hal ini menjadi perhatian pihaknya untuk membina warga binaan agar tidak lagi kembali pada jeratan narkoba. 
Hal ini dilakukan dengan menggelar berbagai kegiatan pelatihan. Salah satunya yang sedang berjalan adalah pelatihan make up kecantikan dan pembuatan kue kering bekerjasaama dengan instansi luar. (ica/van)

Berita Lainnya :