Rachmawati Mundur Sebelum Perusahaannya Diadukan


MALANG - User kondotel di Kota Batu yang melaporkan PT Penta Berkat ke Polda Jatim, Senin (21/1) lalu memang benar-benar telah hilang kesabaran. Mereka sudah membayar lunas sejak tahun 2003 lalu, namun hingga sekarang bangunannya tak ada. Rachmawati Soekarnoputri pun ternyata sudah tak lagi menjadi komisaris di perusahaan itu.
Total terdapat 60 user kondotel yang rencananya dibangun di Oro-Oro Ombo itu. 30 orang di antaranya diketahui sudah membayar lunas dengan harga jual tahun 2003 sekitar Rp 250 juta. Total uang yang diberikan kepada pengembang kondotel sekitar Rp 7 miliar. Namun nyatanya 16 tahun menunggu tak ada kejelasan.  
"Pada intinya kami melaporkan PT Penta Berkat yang telah mengingkari perjanjian dengan pembeli kondotel," jelas kuasa hukum 30 user kondotel, Barlian Ganisha SH. Ia mengatakan, sebenarnya melaporkan badan atau perusahaan yakni PT Penta Berkat.  
Barlian menjelaskan, persoalan ini bermula dari PT Penta Berkat menjual  di Oro-Oro Ombo pada tahun 2003 lalu. Janjinya pembangunan selesai dan penyerahan kunci dilakukan pada tahun 2016. Namun hingga 2018 tidak ada realisasi. Bahkan hingga kini bangunan tak kunjung nampak.
"Dari 30 korban yang mangadu ini, tertipu dengan rata-rata setiap unit yang dijual sebesar Rp 250 juta. Dengan total kerugian Rp 7 miliar. Dalam laporan kami membawa bukti seperti berkas jual-beli, PJB, nota penerimaan uang, bukti transfer, hingga poster," terang Barlian.
Ia mengatakan sebenarnya tidak melaporkan Rachmawati Soekarnoputri seperti yang sempat ramai diberitakan. Pihaknya mengadukan M. Fadlan selaku penanggung jawab kepada Polda Jatim.
Hanya saja secara kebetulan di dalamnya ada Rachmawati Soekarnoputri di perusahaan itu.  
Pihaknya pernah mengirim somasi. “Bu Rachmawati telah berkirim surat membalas somasi yang memberitahukan telah mengundurkan diri selaku komisaris dan tercatat di notaris Irfan Mediawan SH MKn tanggal 25 Oktober 2018,” jelas Barlian.

Berita Terkait