Raih Penghargaan Bidang Inovasi Daerah


MALANG - Kota Malang kembali meraih penghargaan atas keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai melalui pengembangan inovasi. Kali ini penghargaan berasal dari kegiatan Indonesia Innovation Award dengan kategori penghargaan untuk aplikasi teknologi dalam rangka pelayanan publik sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Penghargaan diterima langsung Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, ST, MT mewakili Walikota yang berhalangan hadir, Kamis (25/4) malam di Jakarta.
Berbicara proses penunjukan Kota Malang sebagai kota penerima penghargaan Indonesia Innovation Award tentu melalui berbagai tahapan dan proses yang cukup panjang.
Erik Setyo Santos menjelaskan tahapan-tahapan apa saja yang harus dilalui hingga Kota Malang mendapatkan penghargaan ini. Dimulai dari proses seleksi awal penentuan Kota atau Kabupaten dengan segala inovasi yang dimilikinya.
“Dan dalam tahapan seleksi awal ini Pemerintah Kota Malang terpilih menjadi salah satu kandidat penerima penghargaan dengan mengirimkan surat pemberitahuan kepada Pemerintah Kota Malang oleh Tim Panelis.  Setelah itu ditindaklanjuti Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang setelah mendapatkan tugas dari Sekda Kota Malang,” kata Erik Setyo Santoso.
Menurut alumnus Fakultas Teknik Univeristas Brawijaya ini, isi surat pemberitahuan menerangkan jika Kota Malang terpilih menjadi salah satu kandidat peraih penghargaan Indonesia Innovation Award. Proses penilaian selanjutnya adalah pengisian kuisoner inovasi serta bukti-bukti yang mendukung inovasi termasuk video pendukung yang menceritakan detail dampak inovasi bagi masyarakat.
Erik Setyo Santoso selaku kepala Barenlitbang menugaskan Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) untuk menyelesaikan segala kebutuhan yang diperlukan dalam proses penilaian. Yakni, dengan mengisi kuisoner-kuisoner yang dikirim tim panelis (juri). Tim juri ini  terdiri dari PPM Manajemen, Universitas Bina Nusantara, Universitas Gunadarma, Information Communication Technology (ICT) Institute dan Alvara.
“Beberapa inovasi yang didaftarkan Barenlitbang diantaranya adalah  Braille E-Ticketing Extraordinary Information (BREXIT), Emas hitam dibalik tumpukan sampah (Bank Sampah Malang).  Selain itu Inovasi Teknologi (INOTEK), Sistem Informasi Penataan Ruang Kota Malang (Si-Petarung), Gesit Aktif Merakyatnya Dispendukcapil (GEMPIL). Total Water Utility Integrated Networ (TWUIN), Surat Pernyataan Miskin (SPM) dan Kampung Tematik Kota Malang.
“Setelah melalui proses yang cukup panjang, Tim Barenlitbang mendapatkan surat pemberitahuan bahwa Kota Malang terpilih menjadi salah satu pemenang Indonesia Innovation Award (IIA),” jelasnya.
Atas pencapaian tersebut, Barenlitbang Kota Malang diundang ke Jakarta (25/4) di Grand Ballroom The Fairmont Hotel untuk menerima penghargaan.
Acara ‘Indonesia Innovation Award 2019 dihadiri Perwakilan dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Kemenristekdikti, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian (Kemperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag). Selain itu juga Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kedutaan Besar (Kedubes) negara-negara sahabat dan berbagai asosiasi industri.
“Pengembangan dan terobosan-terobosan dalam hal inovasi untuk pembangunan Kota Malang tentu harus terus ditingkatkan. Raihan penghargaan hanyalah salah satu alat penilaian dan pengukuran atas inovasi yang telah dilakukan. Sehingga keberhasilan ini harus dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan kembali agar memberikan dampak positif kepada masyarakat,” jelas Erik Setyo Santoso.(jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :