Rangkul Pelaku Ekraf Gabung di BISMA

Amanda Egatya/Malang Post
Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Bekraf, Wawan Rusiawan dalam event BISMA Goes to Get Member (BIGGER) yang digelar di Hotel Atria, Kota Malang.
 
 
 
MALANG – Pengembangan ekonomi kreatif di daerah menjadi bidikan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Salah satu upayanya merangkul para pelaku ekonomi mikro untuk mendaftarkan diri ke database resmi Bekraf, yakni Bekraf Information System in Mobile Application (BISMA).
 
Kamis (16/5) kemarin, sebanyak 250 pelaku ekonomi kreatif berkumpul di Atria Hotel Malang untuk mengikuti event BISMA Goes to Get Member (BIGGER). Event tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan 16 sub sektro Bekraf. Dengan melakukan pendaftaran melalui BISMA, bisa dilakukan pemetaan akurat membantu penyusunan kebijakan ekonomi kreatif. Selain itu, bisa menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kondusif. 
"Pelaku ekonomi kreatif yang terdaftar di BISMA akan lebih mudah dalam mendapatkan kesempatan untuk difasilitasi ataupun mendapatkan pendukungan oleh BEKRAF dalam mengembangkan usaha kreatif mereka," terang Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Bekraf, Wawan Rusiawan kepada Malang Post.
Dijelaskannya, saat ini, pelaku industri kreatif yang bergabung dalam aplikasi BISMA berjumlah sekitar 38 ribu pelaku ekonomi kreatif. 
"Di Kota Malang yang terdaftar baru sekitar 600 pelaku ekonomi kreatif. Ini yang harus kita tingkatkan," papar dia. 
Lebih lanjut, Wawan mengungkapkan, saat ini, baik pemerintah pusat maupun daerah tengah gencar memajukan ekonomi kreatif. Pada tahun 2016, Produk Domestik Bruto (PDB) untuk ekonomi kreatif tercatat Rp 922,59 triliun. Angka ini meningkat 4,95 persen dari tahun sebelumnya. "Target kami, dalam dua tahun ke depan bisa tembus Rp 1,100 triliun," ujar dia optimis. 
Saat ini, ada tiga subsektor yang memiliki potensi besar untuk ekonomi kreatif."Untuk kuliner sebanyak 41 persen, fashion 18 persen dan kriya sebesar 15 persen. Sisanya, ada di film, animasi dan game. Sektor-sektor tersebut memiliki peluang tumbuh cukup tinggi. Sebab, anak-anak muda banyak yang menciptakan ide kreatif," ungkap dia. 
Apalagi, imbuh Wawan,  Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga mendukung anak muda untuk berkarya di bidang kreatif dengan akan mendirikan Malang creative Center (MCC). "Kami berharap, dengan adanya MCC bisa akan menjadi jembatan kolaborasi dan juga akses untuk pembiayaan dan pemasaran," papar pria berkacamata itu.(tea/aim)

Berita Terkait