Ratusan Sopir Angkot Bakal Kembali Mogok


MALANG – Ratusan sopir angkutan di Malang Raya, Kamis (15/3) besok, rencananya akan melakukan aksi mogok. Mereka akan menggelar aksi di Kantor UPT LLAJ Dihub Provinsi Jatim, di Jalan Raya Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang. Mereka menuntut agar Dishub Jatim menegakkan Permenhub No. 108 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.
Aksi yang dilakukan para pengemudi angkutan se Malang Raya yang tergabung dalam Serikat Sopir Indonesia (SSI),  APMPU (Aliansi Pengemudi Angkutan Umum) Kota Batu, dan HIPAM (Himpunan Pengemudi Angkutan Umum Malang) Kabupaten Malang.
Kasatlantas Polres Malang Kota AKP Ady Nugroho membenarkan adanya aksi tersebut. Bahkan, begitu surat pemberitahuan masuk, pihaknya langsung menyusun anggota untuk melakukan pengaturan lalu lintas.
”Kami akan mengawal, jika ada rombongan bergerak. Serta melakukan antisipasi, melakukan penutupan jalan,’’ kata AKP Ady Nugroho kepada Malang Post, kemarin.
Terkait dengan kemacetan yang akan terjadi selama aksi berlangsung, Ady mengatakan telah menyiapkan anggota untuk melakukan pengaturan arus. Seluruh poros jalan raya yang dilewati angkutan menuju tempat aksi akan dijaga 1-2 anggota.
”Kami all out. Yang pasti, kami juga melakukan antisipasi jika ada sweeping,’’ ungkapnya.
Rencananya, peserta aksi akan berangkat dari wilayah masing-masing. Di Kota Malang ada lima tempat yang dijadikan sebagai titik kumpul, antara lain di Gadang, pertigaan Kacuk, depan Stasiun Malang Kota Baru, Terminal Landungsari dan Terminal Arjosari. Selanjutnya para pengemudi ini berjalan iring-iringan menuju ke depan kantor UPT LLAJ Dinas Perhubungan Provinsi Jatim.
Sementara itu Ketua Organda Malang Raya Rudy Soesamto mengaku tak tahu menahu akan rencana aksi yang digelar para pengemudi angkutan Kamis (15/3) besok. ”Lho memang ada ya. Saya tidak tahu,’’ katanya. Rudy mengatakan, jika dia belum mendapatkan surat tembusan dari para pengemudi angkutan yang menggelar aksi.
Terpisah, Pjs Wali Kota Malang Dr Ir Wahid Wahyudi MT tidak mempermasalahkan aksi yang akan digelar para sopir angkutan. Namun demikian pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim meminta para pengemudi untuk berfikir, apakah aksi yang digelar tersebut efektif. ”Artinya saat unjuk rasa pengemudi akan mengeluarkan biaya, pengemudi juga kehilangan penghasilan karena hari itu tak bekerja, masyarakat juga pasti terganggu. Padahal permasalahan angkutan online kebijakannya di Kemenhub dan Kemeninfo,’’ katanya. Dia pun menyarankan, agar para pengemudi sebaiknya mengirimkan perwakilan saja, untuk menyampaikan tuntutan.
Senin 12 Maret lalu, tambah Wahid,    juga sudah dirapatkan di Kemeko Kemaritiman yang juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan. Hasilnya aplikator baik Grab, Uber, Gocar tak akan menerima pengemudi baru. Aplikator juga akan memasang dashboard spy agar dapat melakukan pengawasan.
”Mari kita lihat bersama, bila masih menerima pengemudi baru dilaporkan ke pusat,’’ tandasnya. (ira/aim)

Berita Lainnya :