Relokasi Pasar Blimbing Belum Layak



MALANG - Pembangunan Pasar Blimbing masih tarik ulur. Proses relokasi belum berjalan mulus. Pembangunan tempat relokasi dianggap pedagang masih kurang memadai dan representatif.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang Drs Wahyu Setyanto MM menyebutkan tempat relokasi tidak memiliki fasilitas yang diharapkan.
“Tidak ada tempat pembuangan sampahnya, lalu atapnya kurang bagus sehingg panas sekali kalau masuk sana. Memang kami lihat harus ada yang dibenahi oleh investor,” papar Wahyu.
Ia menjelaskan, keengganan pedagang untuk pindah juga masih terhalang dengan beberapa pertimbangan, di antaranya terkait revisi site plan dan perjanjian kerjasama. Pasalnya, perubahan site plan (rencana tata bangunan) dan block plan (rencana tata letak pedagang) Pasar Blimbing belum dimasukkan dalam perjanjian kerjasama (PKS) antara investor dan Pemkot Malang.
Hal ini diakui Wahyu. Ia mengatakan, untuk memasukkan perubahan itu di PKS, Dinas Perdagangan harus melibatkan OPD (organisasi perangkat daerah) lain yang berkompeten dan berwenang.
"Memang perubahan yang terakhir, yang disepakati oleh pedagang belum kami masukkan ke PKS. Untuk itu perlu melibatkan OPD lain yang berwenang, dalam hal ini salah satunya Bagian Kerjasama," ungkapnya.
Wahyu menambahkan untuk memasukkan item-item itu, pihaknya perlu duduk bersama dan berkoordinasi lagi dengan pihak lain. Sebelumnya, pedagang sudah menyetujui site plan hasil tim independen dari Universitas Brawijaya.
Selain itu, Pemkot juga telah melaksanakan delapan poin keinginan pedagang, termasuk di dalamnya tentang block plan. Wahyu kemudian menegaskan bahwa, pada dasarnya warga pedagang tidak lagi mempermasalahkan hal yang sama seperti dahulu.
“Hanya PKS tadi dan kelayakan tempat relokasi saja,” tuturnya.
Hal ini menurut Wahyu kembali memunculkan keraguan dari kalangan pedagang. Dimana, banyak berpikir jika membuat tempat relokasi saja tidak ideal, bagaimana nanti dengan revitalisasi pasar sebenarnya.
“Kami juga terus mendorong investor. Agar dapat secara profesional menyelesaikan pekerjaannya. Mereka harus menyampaikan mereka mampu membangun,” tandas Wahyu.
Sementara itu, sebelumnya, Kuasa hukum investor, Abdul Salam menegaskan, kliennya siap membangun Pasar Blimbing jika pasar di Jalan Borobudur itu sudah kosong. Investor, PT Karya Indah Sukses (KIS) menginginkan pedagang segera pindah ke pasar relokasi supaya Pasar Blimbing bisa segera dibangun menjadi pasar terpadu dan modern. (ica/aim)

Berita Lainnya :