Revitalisasi Pasar Besar Terganjal PKS

TUTUP TERPAL: Pedagang menutup atap Pasar Besar yang bocor dengan terpal seadanya. Tapi kondisi pasar yang becek tidak bisa dihindari akibat hujan.
 
 
Kondisi Pasar Memprihatinkan
MALANG- Di tengah giatnya Pemkot Malang merevitalisasi pasar rakyat, kondisi Pasar Besar Kota Malang memprihatinkan. Pascakebakaran beberapa waktu lalu, belum ada perbaikan besar. Dampaknya, banyak kerusakan yang terjadi di pasar, termasuk banyak atap yang bocor.
 Kebocoran tersebut diduga terjadi akibat kebakaran yang menimpa departement store. Tentunya, hal tersebut mengganggu aktifitas pedagang yang ada disana. Seperti yang terjadi Kamis (7/3) kemarin. Sejak pagi, kawasan Kota Malang mengalami hujan yang cukup deras. Sehingga, di bagian tengah pasar, banyak pedagang cabai ayam dan tempe berjualan, terjadi kebocoran. Bahkan, beberapa pedagang terlihat tak nyaman dan menganggu transaksi jual beli dengan pelanggannya.
Salah satu pedagang tempe, Buchori mengungkapkan, karena tidak nyaman dengan bocor pada atap tersebut, para pedagang sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak pasar. “Tapi, sampai saat ini tidak ada penanganan. Jadi, dibiarkan ngocor begini saja bocornya,” jelas pria berkacamata itu.
Kebocoran tersebut tentunya mengganggu aktifitas jual beli. Sehingga, ia menutup dagangannya dengan plastik dan membuat kondisi pasar menjadi becek. “Awalnya, ketika pasarnya becek, yang beli jadi hanya sedikit. Ganggu aktifitas kami jualan, bocor terus nggak berhenti-berhenti,” keluh dia.
Sementara itu, pedagang tempe lain, Fathonah, yang tak juah dari lapak Buchori 
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji sudah melakukan kajian untuk melakukan pembenahan Pasar Besar. “Pada prinsipnya, kami sedang giat melakukan revitalisasi pasar rakyat. Seiring dengan komitmen kami untuk penguatan ekonomi kerakyatan,” jelas dia ketika dikonfirmasi terpisah.
Tentunya, hal tersebut akan menjadi catatan tersendiri untuk segera menanggulangi kabocoran yang terjadi. Sebab, pembangunan Pasar Besar masih ada hubungannya dengan pihak departement store yang ada di bagian atas pasar. “Dalam perjanian kerjasama (PKS), yang membangun pihak siapa tidak diatur. Ini masih kerjasama dengan pihak department store. Akan kita kaji lebih dalam lagi,” tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :