Sambung Rasa di Pengajian MWC NU

 
MALANG - Budaya saling sambung rasa dan jalinan silahturahmi menjadi salah satu ciri khas NU dimanapun. Hal ini pun diterapkan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Blimbing Kota Malang, Sabtu (29/7) dengan menggelar halal bihalal 1438 H disertai pengajian. 
Dalam pengajian umum tersebut, Rais MWC NU Blimbing Kota Malang Drs KH Syaifuddin Zuhri menjelaskan bahwa sebagai umat muslim, menjalin kebersamaan dan mempererat silahturahmi merupakan keharusan.
“Di tengah banyak ancaman dan pihak-pihak yang ingin memecah belah umat NU harus semakin solid dan kuat. Bersama saling menjaga hubungan dan melakukan kegiatan positif dengan baik, maka warga juga akan tenang dan aman,” ungkapnya. 
Turut hadir memberikan tausiah, Wakil Gubernur Jatim, Drs Saifullah Yusuf . Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf mengungkapkan,  dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, segala kelancaran dalam hidup akan diberikan, termasuk dalam memimpin warga. 
“Dengan izin-Nya, semua hal yang dirasa  tidak mungkin akan menjadi mungkin. Contohnya adalah kemenangan bangsa ini melawan penjajah Belanda sehingga berhasil meraih kemerdekaan pada  tahun 1945 lalu,” paparnya. 
Ia melanjutkan,  sejarah kemerdekaan itulah yang menginspirasinya dan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo memimpin dan menjalankan program dan kebijakan yang sesuai dengan akidah agama. Salah satunya adalah kebijakan untuk mengurangi kemaksiatan.  
“Waktu itu, setelah berdialog dengan para kiai, MUI Jatim, dan seluruh stakeholder, kami membuat kebijakan untuk menutup lokalisasi di seluruh Jatim. Alhamdulillah, dalam lima tahun kami berhasil menutup 47 lokalisasi dengan 7.000 penghuni di berbagai wilayah di Jatim. Para penghuni tersebut tidak kami gusur, tapi diajak dialog agar bisa mencari nafkah lebih baik” tandasnya di hadapan ratusan warga yang hadir.
Wali Kota Malang H Moch Anton yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, Kota Malang tetap gencar melaksanakan kegiatan keagamaan di sela waktu apapun. Salah satunya, gerakan salat berjamaah tepat waktu dan juga mematikan tv saat jam maghrib.
“Gerakan ini akan banyak memberikan nilai positif bagi umat. Disitu akan teralirkan nilai kekeluargaan, keguyuban, silaturahmi sekaligus nilai-nilai agama akan tertanam sedini mungkin. Gerakan ini akan mengkontribusi untuk terwujudnya generasi emas," katanya. 
Sementara itu, Ketua MWC NU Blimbing Kota Malang Ahmdan Romdlon, S.Pd.I menerangkan, pengajian umum tersebut dilaksanakan masih dalam suasana pasca Idul Fitri. Dimana, momen ini dipakai untuk berkumpul  bersama sesama pengurus dan warga sekitar.
“Sudah jadi tradisi kita silahturahmi dengan seluruh pengurus terlebih dengan warga sekitar. Kegiatan ini nantinya akan dilanjutkan dengan kegiatan sosial lain dan keagaman lainnya,” pungkas Romdlon. (ica/van)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :