Sampah Empat Truk Penuhi Drainase Jalan Borobudur


MALANG - Kebiasaan masyarakat buang sampah sembarang tempat di Kota Malang seperti lingkaran setan yang tidak ada hentinya. Bagaimana tidak, setiap hari tim Satgas DPUPR Kota Malang selalu menemukan drainase yang tersumbat sampah. Bahkan di Jalan Borobudur saja, petugas mengangkut sampah sebanyak empat truk.
Tiga hari terakhir, tim DPUPR membongkar drainase  yang dipenuhi sampah. Terbaru tumpukan sampah menjadi penyebab utama banjir di kawasan Jalan Borobudur. Anggota Satgas DPUPR sejumlah 12 orang bekerja sejak pagi sampai siang hari, sedikit demi sedikit mengeluarkan sampah di drainase Jalan Borobudur.
Dengan garuk dan pacul serta alat-alat lainnya, satgas membongkar sumbatan drainase Hasilnya, setumpuk sampah yang jumlahnya cukup mencengangkan, menyumpal drainase. Kinerja mereka dibantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
“Kami sampai harus meminta back up dari DLH Kota Malang. Karena, jumlah sampahnya bisa memenuhi 4 truk pengangkut. Kami kerja dari pagi sampai siang hari atasi sampah rumah tangga dan perdagangan,” kata Kabid SDA Drainase DPUPR Kota Malang, Bambang Nugroho saat dikonfirmasi Malang Post.
Diduga, oknum pedagang pasar serta warga membuang sampah ke drainase. Sehingga, sampah yang masuk ke saluran air makin lama makin banyak. Akibatnya saluran drainase mengalami sedimentasi sehingga air meluber hingga sebabkan banjir.
Bambang mengatakan, ada 26 titik lain yang nasibnya sama. Tiga hari terakhir, pengerukan sampah dan sedimentasi dari selokan, dilakukan juga di Jalan Candi III, Jalan Candi V, Pulosari dan Jalan Bondowoso.
Kepala DPUPR Kota Malang, Ir. Hadi Santoso mendorong masyarakat agar menghentikan kebiasaan buruk yang merugikan  Kota Malang secara keseluruhan. "Kami lakukan pengerukkan di sana, dan musim penghujan seperti ini, teman-teman makin gencar melakukan operasi normalisasi,” papar Soni, sapaan akrab Ir Hadi Santoso.
Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko yang dikonfirmasi terpisah, mengaku prihatin dengan situasi ini. Ia mengungkapkan, temuan Satgas DPUPR Kota Malang yang sudah bekerja keras setiap hari untuk mengangkut  sampah dari drainase adalah potret perilaku warga yang harus diubah.
Dia menyebut, Wali Kota Malang Sutiaji sudah mempersiapkan program Jumat Bersih untuk mendorong perbaikan perilaku masyarakat. Meski demikian, ia mengaku heran dengan kebiasan warga yang buang sampah sembarangan.
“Ada beberapa kejadian yang memang sangat aneh  dan di luar batas kewajaran. Ada temuan bantal, kasur atau banner plastik yang d ibuang ke drainase. Saya kira lomba kebersihan kawasan di tingkat RW dan kelurahan harus semakin ditingkatkan,” kata Sofyan Edi kepada Malang Post saat ditemui di Dinsos Kota Malang, kemarin. (fin/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :