Sandi Tawarkan Konsep Satu Kiai Satu Wirausaha

Cawapres Sandiaga Uno bertemu kiai kampung yang Curhat kepadanya di Hotel Syariah Radho Kota Malang, kemarin.
 
 
MALANG- Kesejahteraan guru ngaji dan kiai menjadi salah satu konsep program yang dijanjikan Cawapres Sandiaga Uno dalam kampanyenya di Kota Malang kemarin. Ia membawa konsep one kiai for one center enterpreneurship
.
"Kami akan bikin One Kiai for One Center Enterpreneurship, satu kiai dengan satu pusat pelatihan wirausaha. Jadi desa bisa mandiri, guru ngaji juga punya penghasilan lebih," paparnya saat bertemu sejumlah kiai dan guru ngaji se Malang Raya di Hotel Syariah Radho Kota Malang.
Hal ini ditegaskannya sebagai upaya mensejahterakan guru ngaji jika ia terpilih nanti. Menurut Sandi, terobosan itu tak hanya menyelesaikan masalah harga kebutuhan pokok, tetapi juga masalah mahalnya listrik yang dikeluhkan  para kiai dan guru ngaji saat diskusi berlangsung. 
Ia mengaku masalah ketersediaan energi listrik menjadi salah satu masalah yang harus mulai dipikirkan sejak saat ini. Bangsa Indonesia kaya dengan sinar matahari, maka haruslah dipikirkan upaya swasembada energi surya dengan membatasi energi fosil, energi yang terbarukan.
"Banyak hal yang harus diperbaiki, terutama kebijakan pada guru-guru ngaji yang punya keikhlasan dan keinginan memperkuat rohani anak bangsa. Insya Allah, kami akan mensejahterakan guru ngaji dan kiai," kata Sandiaga
One Kiai for One Center Enterpreneurship adalah konsep satu kiai dengan satu pusat pelatihan wirausaha. Guru ngaji atau kiai bisa mandiri dan memiliki penghasilan lebih. 
Selain menginformasikan program tersebut Sandiaga juga mendengarkan dan menyerap berbagai masalah yang dialami kiai dan guru ngaji yang hadir. Mulai dari harga bahan pokok, hingga subsidi pendidikan yang berpengaruh pada penghasilan para guru ngaji.
"Dulu kami masih dibantu dengan BOS (Biaya Operasional Sekolah), ini sangat membantu. Namun, dana itu disetor bagi tempat pendidikan yang tidak punya surat yayasan dari Kemenkum HAM. Jadi kami hanya mendapat Rp 8 ribu untuk satu hari," jelas salah satu guru ngaji asal Bareng, Sri. (ica/aim) 
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :