Semangat Sasaji, Bangkitkan Tinju Malang Raya


MALANG -  Markas  d’Kross Community kedatangan tamu istimewa, Arek Malang yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Samapta Polda Sulsel, AKBP Drs M Sidiq Prabowo MM yang tengah kembali ke Malang. Salam satu jiwa tak pudar meski berpendar dari bhumi Arema hingga ke tanah perantauan. Tradisi sambang dulur menjadi keniscayaan yang tak pernah ditinggalkan.
Didampingi sang istri, Sidiq yang notabene alumni SMA Negeri 1 Malang angkatan ’81 itu menyambangi arek-arek d’Kross yang dipimpin langsung sang frontman, Sam Ade d’Kross.
Kebetulan kedua tokoh ini sama-sama punya kepedulian tinggi terhadap cabang olahraga tinju. Pembahasan soal tinju pun menjadi topik jagongan gayeng diantara mereka. Juara dunia tinju kebanggaan Tanah Air yang merupakan petinju d’Kross BC, Hero Tito juga hadir.
“Sosialisasi dan edukasi soal tinju ada baiknya diperkenalkan sejak dini di sekolah,” kata Sidiq yang sempat jadi pengurus Pertina pusat, akhir pekan lalu.
Pria yang juga pembina Arema Makassar itu lantas mengingatkan pentingnya kembali menggairahkan tinju di Malang. Sehingga bisa kembali menjadi barometer tinju nasional. Arek Malang asli Jalan Cimanuk ini pun berbagi kiat pembinaan dimulai dari tingkat pelajar, seperti yang dilakukannya di Sulawesi Selatan.
Sidiq menjadi contoh nyata satu diantara begitu banyak Arek Malang yang sukses di perantauan.  Ada yang sukses menjadi pengusaha, seperti H Tinton Soeprapto, sebagai musisi dan budayawan seperti Anto Baret dan Ian Antono, sebagai ekonom dan pakar perbankan seperti Andreas Eddy Susetyo maupun sebagai anggota TNI-Polri layaknya Brigjen (Mar) Siswoyo, Brigjen Widodo, Kombes Pol Almas Widodo Kolopaking dan juga Kolonel (Mar) Suliono serta masih banyak lagi yang bergelut di bidang lain.
Ketika pulang ke Malang, Widodo Kolopaking yang kini menjabat Kapusdik Brimob Watukosek maupun Suliono yang menjabat Komandan Brigif Mar II Pasmar I Korps Marinir selalu menyempatkan bersilaturahmi ke berbagai elemen Aremania dan lintas komunitas. Begitu pula para tokoh-tokoh yang telah disebut.
“Sebagai arek Malang, sudah seharusnya selalu menyerukan kabar damai atau pesan perdamaian dari Bhumi Arema. Ini bentuk edukasi kepada adik-adik Aremania dan Aremanita untuk menyuarakan kabar damai  dimanapun berada,’’ terang Sam Ade d’Kross.
Namun yang terpenting, diantara segala perbedaan yang ada, patut dibanggakan adalah kesamaan mereka. Yakni sama-sama tak pernah lupa akan Bhumi Arema dan kesamaan tekad untuk saling membantu Arek Malang dimanapun berada. Mereka semua berusaha untuk tetap punya kontribusi nyata bagi daerah asalnya maupun bagi masyarakat dan saudara sesama Arema-Aremanita. (aim)

Berita Terkait