Setiap OPD Wajib Miliki Inovasi


MALANG – Pemerintah Kota Malang memberikan penghargaan kepada Dinas Kesehatan atas prestasi Puskesmas Janti dan Dinas Lingkungan Hidup melalui UPT Perbengkelan. Kedua dinas tersebut berhasil menghasilkan dua inovasi yang mempermudah masyarakat, yakni Brexit (Braile Eticketing Extra Ordinary Information) dan E-Mas (Electeonic Maintenance Warning System).
Kedua inovasi ini telah meraih penghargaan Otonomi Award dan Kompetisi  Inovasi Pelayanan Publik tingkat Jawa Timur di Hotel Shangri-La  Surabaya pada Oktober 2018 lalu.
Inovasi Brexit dilakukan Puskesmas Janti untuk memberikan kemudahan pelayanan kefarmasian bagi para tuna netra.
"Dengan menggunakan Brexit, penyandang disabilitas tuna netra bisa melihat aturan minum obat yang diberikan dokter di Puskesmas Janti," kata Wali Kota Malang, Sutiaji, usai menyerahkan penghargaan itu di halaman Balai Kota Malang, kemarin.
Menurutnya, inovasi itu salah satu layanan ramah disabilitas untuk mengakses layanan kesehatan secara penuh tanpa tergantung kepada orang lain. "Upaya ini merupakan langkah konkrit dalam mewujudkan pelayanan yang bermutu dan terjangkau. Sehingga mampu meningkatkan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat akan tercapai," terang dia.
Sementara, untuk UPT Perbengkelan telah meluncurkan E-Mas yang merupakan sistem berbasis teknologi informasi untuk melakukan penjadwalan perawatan rutin pada kendaraan atau peralatan.
"Selain itu, juga untuk melakukan pemantauan kelayakan operasional secara rutin setiap hari. Serta antisipasi dini terhadap kerusakan. Sehingga kendaraan atau peralatan terhindar dari kerusakan mendadak saat beroperasi," jelas Sutiaji.
Nantinya, E-Mas akan dilengkapi dengan berbagai perangkat lain, yang akan dilengkapi dengan sistem seperti GPS, hourmeter dan timbangan digital. Sehingga, bisa berfungsi untuk memantau efisiensi pengaturan rute dan penggunaan bahan bakar. "Kemudian, bisa dilakukan untuk efisiensi kegiatan pengolahan sampah di TPS serta mengevaluasi kebutuhan operasional alat berat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)," kata dia.
Pada kesempatan tersebut, Sutiaji berpesan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya untuk termotivasi membuat inovasi. "Kita akan tetapkan One OPD, One Inovation. Harapannya bisa menjadi pemicu kerja. Inovasi itu merupakan pembaharuan yang harus dilakukan," papar dia.
Dengan menciptakan inovasi berbasis teknologi, diharapkan bisa mengejar target untuk melakukan kinerja. "Program kerja yang harusnya lima tahun bisa selesai empat tahun. Ini merupakan efisiensi waktu. Tentunya segala inovasi yang dilakukan akan terus kita evaluasi. Bagaimana bisa mencapai satu tujuan bersama," ungkapnya. (tea/aim)

Berita Terkait