Sidang Paripurna Penuh Haru, Drs Abd Hakim Baca Puisi


MALANG - Penuh haru dan emosional. Inilah suasana Sidang Paripurna DPRD Kota Malang yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Permintaan maaf kepada warga Kota Malang disertai tetes air mata muncul pada sebagian besar peserta sidang paripurna memperingati HUT Ke-104 Kota Malang .
Peringatan hari jadi Kota Malang ke-104 Kota Malang dalam paripurna dimaknai pejabat-pejabat Kota Malang sebagai titik kebangkitan. Hal ini berkaitan dengan proses hukum yang menjerat baik eksekutif maupun legislatif Kota Malang oleh KPK belakangan ini.
Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kota Malang Drs Abd Hakim dalam sidang tersebut. Ia bahkan membacakan puisi yang diberikan anaknya beberapa waktu lalu, saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.  Hakim membaca puisi berjudul “Bapakku” itu dengan suara bergetar. Peserta paripurna pun tertegun sejenak. Suasana sidang yang sebelumnya riuh berubah sunyi sesaat.
“Bapakku. Ketika kita berbicara tentang "istiqomah", direndahkan tidak mungkin jadi sampah. Disanjung tidak mungkin jadi rembulan. Maka jangan risaukan omongan orang sebab orang membacamu dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda,” demikian penggalan puisi tersebut.
Memasuki bait kedua, Hakim mengusap mata seperti menyeka air mata yang akan jatuh. Hakim melanjutkan membaca puisi yang dibuat anak pertamanya tersebut.
“Bapakku. Teruslah engkau melangakah di jalan yang benar. Meski terkadang kebaikan tidak selalu dihargai. Bapakku, tak usah repot-repot menjelaskan dirimu sebab yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu,” lanjutnya.
Suasana sidang paripurna hening, terlihat beberapa anggota dewan yang duduk di barisan depan serius mendengarkan bait per bait puisi. Ada yang memangku tangan, melipat kedua tangan di depan dada, sampai menundukkan wajah. Bahkan Sekretaris DPRD Kota Malang Bambang Suharijadi terlihat mengusap air matanya di sela-sela sidang berlangsung.
Hakim pun melanjutkan pembacaan puisi tersebut sampai selesai. Ia lalu menyampaikan ungkapan permintaan maafnya kepada warga Kota Malang. “Mohon maaf atas segala situasi yang terjadi dan yang sedang kita semua hadapi ini,” tandasnya.
Dalam sidang paripurna ini pun, ia menjabarkan apapun yang terjadi berikutnya, pembangunan Kota Malang harus tetap berjalan. Maka dari itu, dia mewakili anggota DPRD Kota Malang memohon kerjasama seluruh elemen pemerintahan. Politisi PDI Perjuangan ini menuturkan peringatan HUK ke 104 Kota Malang menjadi momen di mana seluruh elemen masyarakat Kota Malang menjaga kebersamaan lebih dari biasanya.
“Selamat hari jadi bagi Kota Malang. Kami keluarga besar DPRD Kota Malang mengucapkan terima kasih pada Pjs wali kota, staf, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan semuanya yang sudah berpartisipasi aktif untuk Kota Malang sampai saat ini,” pungkas Hakim.
Tidak hanya Hakim yang emosional. Pjs Wali Kota Malang, Dr. Wahid Wahyudi MT pun mengungkapkan perasaan haru dan terima kasihnya, terkhusus pada Ketua DPRD Kota Malang Abd Hakim.
“Saya apresiasi sekali, saya berterima kasih pada Pak Hakim. Beliau pemimpin luar biasa yang mengupayakan agar pemerintahan dan proses pembangunan di Kota Malang tetap berjalan dengan baik. Meskipun ada proses hukum yang juga dijalankan,” papar Wahid disambut tepuk tangan riuh di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Malang.
Dengan kejadian yang terjadi belakangan ini, lanjut Wahid, akan menjadi motivasi dan kekuatan baru bagi elemen masyarakat dan pemerintahan. Karena akan membangkitkan rasa persaudaraan dan kebersamaan seluruh elemen.
Ia pun berharap agar apa yang diprogramkan dan direncanakan tetap berjalan dengan baik demi masyarakat.
“Sesuai dengan tema HUT Kota Malang  “bertumbuh melayani”, ini yang harus jadi patokan untuk maju ke depan. Melayani adalah nilai kerja pemerintahan,” tegasnya.
Sidang Paripurna Peringatan HUT Ke 104 Kota Malang ini memang terlihat tidak seramai biasanya. Tujuh kursi di panggung sidang utama hanya diisi empat pejabat saja. Kursi Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Wakil-Wakil DPRD Kota Malang tidak terisi.
Sementara itu dari 45 anggota dewan yang menduduki kursi DPRD Kota Malang, hanya terdapat 23 anggota dewan yang mengikuti sidang paripurna tersebut. Seperti diketahui, 18 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka baru oleh KPK dan sebagian besar sudah ditahan di balik jeruji besi. (ica/han)

Berita Lainnya :

loading...