Survey Membuktikan, Warga Kota Malang Bahagia

 
MALANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang telah melakukan survey untuk menentukan Indeks Kebahagiaan warga Kota Malang tahun ini. Sekitar 190 rumah tangga dijadikan objek survey sejak awal tahun ini. Hasilnya, warga Kota Malang masuk dalam kalkulasi 70,77 persen dalam indeks kebahagiaan penduduk di seluruh Jatim rata-ratanya.
“Kota Malang sendiri masuk dalam kalkulasi 70,77 persen dalam indeks kebahagiaan penduduk di seluruh Jatim rata-ratanya,” kata Kasi Statistik Sosial BPS Kota Malang Henry Soeryaning Handoko saat dihubungi, Jumat (25/8) kemarin.
Hal ini, menurutnya merupakan angka yang cukup memuaskan. Karena semakin rendah angka capaian, artinya semakin tidak bahagialah penduduk dalam satu wilayah.
Sementara itu dalam data BPS soal Indeks Kebahagiaan Indonesia tahun 2017 yang diukur berdasarkan data hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) 2017, Jawa Timur, termasuk Kota Malang berada di angka yang baik yakni menyentuh 70 persen.
 “Di Kota Malang sendiri, salah satu fasilitas kota yang turut menyumbangkan angka indeks kebahagiaan adalah ruang terbuka hijaunya. Ini salah satu poin yang ada di bidang rekreasi. Kebahagiaan warga karena diberi ruang interaksi juga menentukan,” jelasnya. 
Indeks Kebahagiaan ini, diukur menggunakan dimensi kepuasan hidup yang mencakup 10 indikator, yaitu pendidikan dan keterampilan, pekerjaan atau usaha atau kegiatan utama, pendapatan rumah tangga, kesehatan, keharmonisan keluarga, ketersediaan waktu luang, hubungan sosial, keadaan lingkungan, kondisi keamanan, serta rumah dan fasilitas rumah. 
“Setiap rumah tangga sampel dipilih kepala rumah tangga atau pasangan kepala rumah tangga (istri atau suami) sebagai responden, untuk mewakili rumah tangga tersebut. Oleh sebab itu, yang dimaksud sebagai penduduk adalah kepala rumah tangga atau pasangannya,” terangnya. 
Dijelaskannya ada beberapa hal yang menjadi sub indikator diantaranya adalah mencari seberapa besar keharmonisan keluarga, berapa banyak keterampilan yang dimiliki pada seluruh anggota keluarga dalam satu rumah.
Kemudian pekerjaan, usaha, pendapatan rumah tangga, fasilitas rumah, perasaan khawatir atau tidak, dan keinginan berkembang pun menjadi materi yang dipertanyakan. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :