Sutiaji Data Fasum Semua Perumahan


MALANG - Banyaknya perumahan belum serahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) disikapi serius Wali Kota Malang Drs.H.Sutiaji. Orang pertama di Pemkot Malang ini memerintahkan jajarannya mendata semua perumahan yang belum penuhi kewajiban itu. Apalagi belakangan dikeluhkan warga di sejumlah kawasan perumahan.
“Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman sudah saya minta inventarisir. Setelah itu dilihat regulasinya dan segera koordinasi. Media pun harus mengawal,” tegas Sutiaji soal langkahnya mengatasi perumahan belum serahkan fasum dan fasos.
Ia menegaskan persoalan ini harus segera dituntaskan. Langkah-langkahnya pun sudah disiapkan. Setelah langkah pertama berupa pendataan tuntas, dilanjutkan proses fasilitasi untuk mempercepat penyerahan fasum dan fasos ke pemkot.
Saat ini Sutiaji sedang menunggu laporan resmi dari instansi yang ditugaskannya melaporkan hasil inventarisir. “Selain itu kami akan melihat dan mempelajari titik pernasalahnnya apa saja,” kata dia.
Sementara itu masalah fasum dan fasos masih terus mencuat hingga kemarin. Terbaru Ketua RW XVII di Perum Bulan Terang Utama (BTU) Emik Gandamana mengungkapkan, sejak lima tahun yang lalu fasilitas perumahan yang dihuninya belum maksimal.Seperti akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sulit dialui saat musim hujan.
Paling bermasalah yakni ketersediaan pemakaman. Luas lahan yang disediakan developer BTU hanya 20 meter x 5 meter. Luasan ini terlalu sempit lantaran jumlah penduduk di BTU sebanyak 1.000 kepala keluarga (kk).
Sudah begitu, letak tempat makam dengan rumah penduduk hanya berjarak 10 meter. Padahal seharusnya lebih jauh dari rumah warga. Penerangan jalan umum (PJU) di perumahan juga dirasa masih minim.
“Warga sudah berkali-kali meminta kejelasan dari pihak pengembang, sudah sempat bertemu langsung dengan pihak developer. Tapi tetap tidak ada kepastian dengan alasan karena rumah bersubsidi,” ujar Emik.
Ditambahkannya pembangunan Masjid Nurul Islam Perum BTU pun selama dua tahun tidak kunjung selesai. “Kita dijanjikan Juni 2017 masjid sudah bisa difungsikan, tapi sampai sekarang masih belum bisa” bebernya.