Sutiaji: Daya Tampung Rumah Sakit Wajib Dipublikasikan


MALANG - Keluhan seputar pelayanan kesehatan di Kota Malang terus saja bermunculan dan jadi masalah. Selain terkait biaya, permasalahan fasilitas kesehatan seringkali dikeluhkan. Untuk itu Pemkot Malang mulai menyusun aturan terkait hal ini, yakni aturan publikasi.
Aturan publikasi layanan dan fasilitas kesehatan yang tersedia di rumah sakit maupun faskes yang ada di Kota Malang akan diperketat. Salah satunya dengan menyiarkan secara terbuka informasi fasilitas kesehatan yang tersedia.
Hal ini disampaikan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji belum lama ini saat dimintai tanggapan tentang upaya Pemkot Malang meningkatkan layanan kesehatan di Kota Malang.
“Kami sudah membuat aturannya. Jadi nantinya seluruh rumah sakit dan faskes yang ada harus menyiarkan informasi tentang fasilitas yang tersedia. Misalnya jumlah kamar pasien berapa, anggota medis yang siaga berapa orang,” tegas walikota berkacamata ini.
Dilanjutkannya, tidak hanya disiarkan begitu saja, informasi ini harus diupdate hari per hari dan jam per jam sesuai dinamika yang terjadi di masing-masing lokasi faskes. Jika kamar penuh harus segera diinformasikan, jika tenaga medis hanya beberapa orang harus diberitahukan terbuka.
Publikasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai yang dikembangkan faskes atau rumah sakit. Yang utama adalah informasi mudah diakses. Bisa lewat situs resmi, papan pengumuman di tiap rumah sakit atau plattform media sosial masing-masing.
“Ya intinya mudah akses. Layanan yang ada harus diinformasikan tidak ada yang ditutup-tutupi,” tandas mantan Anggota DPRD Kota Malang ini.
Aturan ini masih akan dipertegas dalam bentuk peraturan daerah (Perda). Perda yang dimaksud disebutnya sebagai Perda Layanan Kesehatan. Meskipun masih dalam tahap penggodokan, akan tetapi Sutiaji menegaskan hal ini nantinya dapat dilakukan awal sebagai imbauan.
Khususnya pada rumah sakit dan faskes-faskes Kota Malang yang memberikan pelayanan BPJS. Hal ini ditegaskannya akan digencarkan di 2020 nanti.
"Ini akan diatur. Insyallah kita juga lagi godok aturan  tentang layanan kesehatan," pungkas Sutiaji. (ica/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :