Sutiaji Diperiksa Lagi, Akui Pertemuan 6 Juli 2015 Hanya Obrolan Biasa


MALANG - Pertemuan 6 Juli 2015 yang disebut menjadi awal munculnya aksi dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015, yang menyeret belasan anggota DPRD Kota Malang dan Wali Kota Malang sebagai tersangka, menjadi fokus bahasan dalam pemeriksaan KPK.
Dari 18 saksi yang didatangkan KPK ke Aula Rupatama Polres Malang Kota, terdapat dua pejabat Kota Malang yang disebut ada dalam pertemuan 6 Juli 2015. Mereka adalah Wakil Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji dan Sekda Kota Malang Tahun 2015 Cipto Wiyono.
Seperti ditulis Malang Post sebelumnya, berdasarkan fakta persidangan, pertemuan 6 Juli 2015 dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono, Wali Kota Malang Moch Anton, Wakil Wali Kota Sutiaji, Sekda Cipto Wiyono, Jarot dan Suprapto.
Empat dari nama yang disebut dalam pertemuan ini, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Materi soal apa yang terjadi pada pertemuan 6 Juli 2015 ditanyakan oleh penyidik KPK, salah satunya kepada Wakil Wali Kota Malang nonaktif, Drs H Sutiaji.
Saat dimintai keterangan, Sutiaji mengatakan dirinya tidak tahu menahu apa yang dimaksud dengan pertemuan 6 Juli 2015 tersebut. Apalagi adanya pembahasan soal uang pokok pikiran “pokir” pada saat itu.
“Memang, kalau kita mau paripurna kan biasanya transit dulu bila belum mulai (belum quorum,red) ya sudah di sana (di ruang Ketua DPRD, red) hanya ngobrol-ngobrol biasa saja,” ungkap Sutiaji saat ditanya Malang Post soal apa yang terjadi pada pertemuan sebelum paripurna pada  6 Juli 2015 tersebut.
Pria yang mencalonkan diri sebagai Calon Wali Kota Malang ini meneruskan, dia tidak mengingat siapa saja yang ada dalam ruangan Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono pada saat itu. Saat ditanya lebih rinci soal apa saja yang ia ingat dalam pertemuan tersebut, kembali Sutiaji tidak memberikan jawaban pasti dikarenakan tidak mengingat dan mengetahui apa-apa. Ia menganggap pertemuan pada 6 Juli 2015 merupakan pertemuan biasa, seperti silahturahmi sebelum masuk sidang paripurna.
“Saya juga ditanya soal uang sampah,” tambah Sutiaji ketika ditanya materi lain pemeriksaan KPK .
Sutiaji menerangkan, istilah uang sampah tersebut dilontarkan penyidik kepadanya, namun dia mengaku tidak mengenal istilah itu. “Sama penyidik saya ditanya begini ‘Lalu uang lahan sampah seperti apa’, saya jawab saya tidak tahu. Saya ndak pernah dengar itu apa,” tutur Sutiaji yang terlihat santai saat dicerca banyak pertanyaan oleh awak media.
Ia menambahkan, selama menjabat sebagai Wakil Wali Kota, menurutnya ia tidak pernah turut serta dalam proses pembahasan anggaran. Namun dia memang secara aturan harus hadir saat proses paripurna di lembaga legislatif.