Tabloid Indonesia Barokah Tersebar di Malang


MALANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) se Malang Raya mengamankan Tabloid Indonesia Barokah. Ratusan eksemplar tabloid itu tersebar di Malang Raya. Sebagian sulit terdeteksi karena pengiriman lewat kantor pos berklasifikasi rahasia. Sejauh ini , baru Bawaslu Kota Batu yang sudah menyita sekitar 131 eksemplar tabloid itu di Kantor Pos Kota Batu, Jumat (25/1).
Ya, pengamanan tabloid itu dilakukan Bawaslu, karena tabloid itu diduga berisi pemberitaan yang akan memicu konflik. Sekaligus juga membuat kegaduhan pada masyarakat menjelang Pilpres 17 April mendatang.
Ketua Bawaslu Kota Batu, Abdur Rochman mengatakan penyitaan tabloid yang akan disebar di seluruh masjid dan pondok pesantren di Kota Batu itu merupakan perintah dari Bawaslu Pusat. Mengingat sehari sebelumnya, tabloid tersebut telah banyak dan ramai tersebar di beberapa daerah, khususnya Jawa Barat.
"Hari ini atas petunjuk dari pusat serta koordinasi dengan kepolisian dan kantor pos kami mengamankan ratusan tabloid yang dibungkus amplop besar. Rencananya hari ini pihak kantor pos akan mengirimkan ke 131 masjid dan ponpes di Kota Batu," papar Abdur Rochman kepada Malang Post Online.
Sekitar 131 tabloid yang dikirim oleh orang yang tidak dikenal ini, menyasar ke 117 Masjid dan 14 Pondok Pesantren yang ada di Kota Batu. Salah satunya tercatat amplop berisi tabloid dikirim ke alamat Pengurus Masjid Baitul Jannah, Dusun Krajan, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. Sementara untuk pengirim, bertuliskan alamat yang tidak lengkap. Yakni Redaksi Tabloid Indonesia Barokah, Pondok Melati, Bekasi.
Ia menambahkan lebih lanjut, pelarangan untuk menyebarkan tabloid karena ditakutkan isi berita berisi ujaran kebencian. Ia mencontohkan seperti pada Pilpres 2009 lalu yang dikhawatirkan seperti Obor Rakyat yang berisi tentang black campaign.
"Memang Bawaslu RI belum menemukan adanya konten tabloid berisi black campaign. Di mana isi pemberitaan pun masih normal memberitakan tentang pemerintahan, Pemilu hingga peristiwa 212," bebernya.
Sementara itu, Kepala Cabang Kantor Pos, Mariyono mengatakan bahwa Kantor Pos Kota Batu menerima kiriman tersebut pada hari Kamis (24/1) sekitar pukul 10.00 WIB. Rencananya hari ini, Jumat (25/1) akan diantar ke alamat yang dituju.
"Namun Kamis malam sejumlah personel Kepolisian mendatangi kantor pos untuk menahan agar tabloid yang dibungkus amplop coklat ini tidak disebarkan. Kemudian Kepolisian meminta kita untuk menahan tabloid ini karena akan diamankan Bawaslu Kota Batu hari ini ,” bebernya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :