Tahanan Lancar Buka dan Coblos Surat Suara


MALANG - Sekitar 17 tahanan Polres Malang Kota memiliki hak suara di Pemilu 2019. Rabu siang, mereka menggunakan hak politiknya meski berstatus sebagai tersangka kasus kriminal. KPPS dan anggotanya datang sekitar pukul 12.00 WIB, setelah melayani pencoblosan normal di TPS terdekat.
Para tahanan satu per satu keluar dari ruang tahanan dalam penjagaan polisi dan linmas. Mereka diarahkan petugas TPS keliling untuk mengambil kertas suara sejumlah lima buah. Setelah itu, para tahanan memasuki bilik suara dan membuka surat suara satu per satu. Tahanan pertama yang maju, WP, warga Bandulan, sempat kebingungan untuk mencoblos surat suara DPD.
“Pak ini dicoblos semua ya,” kata WP polos, saat melihat gundukan surat suara untuk DPD. Petugas TPS langsung mengarahkannya untuk membuka surat suara, baru bisa melakukan pencoblosan. Setelah satu kertas suara ini, WP semakin lancar mencoblos. Lalu, tahanan lain yang melihat dari dalam jeruji dan memilik hak suara, masuk ke dalam ruang TPS di Polres Makota.
Usai melihat contoh teman tahanan yang kali pertama mencoblos di TPS tahanan Polres Makota, para tahanan lain lebih lancar dalam menyalurkan hak suaranya. Dalam waktu kurang lebih lima menit, satu tahanan menyelesaikan pencoblosan. Kapolres Makota AKBP Asfuri menyebut pencoblosan di Polres Makota hanya bisa dilakukan pukul 12.00 WIB.
"Karena TPS keliling masih harus melayani pencoblosan masyarakat," tuturnya. Sementara itu, Azhari Hussein, Komisioner KPU Kota Malang, mengungkapkan bahwa mereka yang bisa memilih di Polres Makota, merupakan tahanan yang dengan sukarela dan sadar, ingin menyalurkan hak pilihnya.
“Sebelumnya, mereka dengan kemauan pribadi, ingin menyalurkan hak pilihnya. Karena data mereka tercatat di KPU Kota Malang, mereka bisa memilih. Ada 13 yang menyalurkan hak pilihnya. Yang terdaftar di KPU 9 orang, yang ngurus A5 ada 4 orang, jadi ada 13 orang,” terang Azhari kepada wartawan.
“Selain coblosan di Polres Makota, ada pula coblosan di Polsek-Polsek lima kecamatan Kota Malang,” tutup Azhari.(fin)

Berita Lainnya :