Tak Ada Pengamanan Khusus Napiter di Malang

 
MALANG – Kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok belum berimbas pada pengamanan narapidana teroris (napiter) yang ada di Malang. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham RI belum memberi instruksi apapun kepada daerah terkait pengamanan khusus untuk napiter. 
Dirjenpas memerintahkan lapas di daerah untuk beroperasi seperti biasa, sesuai dengan prosedur yang ada. Kasubbag Publikasi dan Humas Ditjenpas Kemenkumham RI, Rika Aprianti menerangkan, para sipir, petugas maupun pengelola lapas di daerah-daerah telah memiliki pedoman untuk memaksimalkan pengamanan terhadap warga binaan.
“Sementara ini belum menyentuh lapas yang di Malang,” ujar Rika kepada Malang Post dikonfirmasi via telepon sore kemarin.
Menurut Rika, sampai saat ini Sri Puguh Utami Direktur Jenderal Pemasyarakatan hanya memerintahkan pemindahan 145 napiter di cabang Rutan Salemba (Mako Brimob Kelapa Dua) ke Lapas Nusakambangan.
Menurut Rika, Ditjenpas berstatemen bahwa para tahanan teroris ditempatkan di hunian kamar one man one cell, dengan pengamanan maksimal. Sistem perlakuan, pembinaan dan pengamanan akan diterapkan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SPO) yang berlaku. Proses pemindahan akan dilakukan secepat mungkin.
Terpisah, Lapas Kelas 1A Malang di Jalan Asahan Bunulrejo Blimbing Kota Malang juga tampak lengang tanpa ada kesibukan berarti. Kemarin Lapas Lowokwaru menutup jam besuk karena adanya libur nasional. Dalam pantauan Malang Post, suasana luar LP Lowokwaru cenderung tanpa aktivitas.
Kepala Pengamanan LP (KPLP) Lowokwaru, Giyono menerangkan belum ada aktivitas menonjol paska kerusuhan cabang Rutan Salemba Depok. Giyono sendiri menyebut pengamanan berjalan seperti biasa.
“Kita menjalankan pengamanan seperti biasa,” kata Giyono kepada Malang Post.
Jam besuk normal LP Lowokwaru adalah hari Selasa dan Kamis, mulai pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB. Namun, siang kemarin LP Lowokwaru sepi pengunjung. Begitu juga keramaian yang biasa terjadi saat masyarakat mengunjungi warga binaan LP Lowokwaru, tidak terlihat. Parkiran di seberang Lapas pun kosong.
Meski demikian, menurut Giyono, pengamanan terhadap warga binaan, termasuk dua tahanan teroris di LP Lowokwaru tetap dilakukan. Lapas telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham RI. Sehingga, situasi di Lapas tetap kondusif, kata Giyono.
Kapolres Makota, AKBP Asfuri mengatakan, koordinasi antara Polres Makota dan Lapas Lowokwaru akan dilakukan hari ini, Jumat 11 Mei 2018.
“Karena libur nasional, Lapas libur. Kita akan lakukan koordinasi besok Jumat (hari ini),” tutup Asfuri. (fin/han)

Berita Lainnya :