Tanamkan Pengetahuan Pajak Sejak Dini


MALANG – Pengetahuan tentang pajak daerah harus ditanamkan sejak dini kepada generasi milenia. Agar mereka kedepannya sadar untuk membayar pajak. Karena itu,  Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang menggelar sosialisasai pajak daerah bertajuk 'Tax Goes to School' untuk siswa SMAN 10 Malang, Sabtu (20/4) malam.
Wali Kota Malang, Sutiaji mengungkapkan, sampai saat ini perlu disadari, bahwa ketergantungan Indonesia terhadap perolehan pajak mencapai 87 persen dari APBN. "Perolehan pajak itu untuk kebutuhan kita. Sesuai prinsipnya, pajak dari kita untuk kita juga," terang Sutiaji di TKBJ Kota Malang.
Sehingga, menurutnya, pengetahuan terkait pajak harus disosialisasikan sejak dini. "Harapannya, mulai sejak dini mengingatkan kepada Wajib Pajak (WP) betapa pentingnya pajak dan apa saja macamnya. Sehingga, anak-anak bisa mengajak orang-orang di sekitar untuk tidak malas membayar pajak," terangnya.
Sutiaji mengungkapkan, target pajak setiap tahunnya akan bertambah. Tahun ini, target pajak daerah berkisar Rp 650 miliar. Sementara, tahun 2023 mendatang, diharapkan bisa menembus Rp 1,2 triliun. "Harapannya bisa terus dikembangkan, sehingga bisa mengundang banyak investor dan efek domino bisa terasa. Tidak menutup kemungkinan, sekolah setara SMA dan SMK bisa gratis," papar pria berkacamata ini.
Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto menambahkan, kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2013 lalu. "Setiap bulan, kami selalu ada program sosialisasi, baik untuk pelajar SMP, SMA hingga perguruan tinggi," jelas dia.
Bahkan, untuk anak usia SD dan juga PAUD, pihaknya juga melakukan sosialisasi. "Tapi caranya berbeda, kami adakan lomba menggambar dan mewarna untuk mereka," kata dia.
Diharapkan, hal tersebut bisa memberikan pendidikan pajak sejak dini kepada generasi penerus bangsa. "Saya percaya, anak-anak ini akan menjadi orang berhasil semua. Namun, harus ingat kalau pajak merupakan kewajiban yang harus dibayar tepat waktu," imbuh dia.
Terpisah, salah satu siswi kelas XII IPS, Nadia Kirana menambahkan, dengan adanya kegiatan tersebut, ia jadi lebih banyak tahu terkait fungsi dan pentingnya jenis pajak. "Kami juga bisa bantu sosialisasi kepada tetangga dan keluarga supaya bayar pajak tepat waktu. Pajak itu penting buat pembangunan daerah," kata perempuan berjilbab ini.
Terkait biaya sekolah yang diwacanakan akan gratis jika pendapatan pajak memadai, dirinya mengaku sangat mendukung. "Tidak ada alasan lagi buat anak-anak yang putus sekolah karena terkendala biaya," tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :