Target 138 Hari Pasar Comboran Timur Terbangun

 
MALANG – Pembangunan Pasar Baru Timur (Comboran Timur) mulai dikerjakan. 138 hari kedepan nantinya, pembangunan pasar itu ditargetkan sudah rampung dibangun dan dapat ditempati pedagang. Anggaran sebesar Rp 7,4 miliar sudah disiapkan untuk pembangunannya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto, memastikan pembangunan ini selesai dalam waktu yang ditargetkan.
”Iya ini sudah mulai masuk tahap pembangunan. Sekarang sudah  pasang kolom-kolom,’’ kata Wahyu kepada Malang Post, kemarin.
 Dia juga mengatakan pembangunan pasar ini ditandai dengan syukuran yang digelar Rabu (23/8) lalu. Harapannya dengan syukuran itu, seluruh pekerjaan tidak ada kendala, dan pembangunannya sesuai dengan target pengerjaan.
Sesuai dengan papan nama proyek yang terpasang di area pembangunan, pasar ini dibangun oleh PT Panca Kartika Jaya. Pembangunan pasar ini diawasi oleh PT Kusuma Bangun Karya Consultan. Anggaran pembangunan sesuai dengan data yang ada di papan yaitu Rp 7.402.814.000, dengan masa pengerjaan 138 hari.
”Karena waktunya yang mepet, pengerjaannya harus dikebut. Pengerjaan dilakukan siang dan malam,’’ tambah Wahyu. 
Harapannya akhir  Desember 2017, pasar dua lantai ini dapat ditempati dan beroperasi. 
Pasar Baru timur ini dibuat dua lantai. Lantai pertama menampung para pedagang tetap. Sedangkan lantau dua menampung para PKL yang mangkal di jalan Ir Juanda dan Jalan Sartono SH.
”Jumlah pedagangnya 253, tapi ada pedagang yang memiliki dua kios, sehingga untuk total kiosnya disesuaikan dengan data yang ada,’’ tambahnya.
Seiring dengan bertambahnya PKL, Wahyu pun tidak mau ambil pusing. PKL yang mendapat dapat berjualan di lantai II Pasar Baru Timur adalah PKL yang namanya sudah terdata.
”Makanya sebelumnya, kami terus melakukan pendataan. Sehingga saat penempatan nanti tidak ada kendala,’’ ucapnya. 
Wahyu juga mengatakan, selain bangunan pasar, fasilitas lain yang dibangun adalah pagar. Pagar itu fungsinya ada dua, yaitu sebagai pengamanan sekaligus pembatasan aset milik Pemkot dengan PT KAI.
”Disitu kan juga ada aset milik PT KAI. Makanya penting dibuat pagar,’’ tandas Wahyu.(ira/aim)

Berita Lainnya :