Tetangga Pulihkan Nama Baik Korban Salah Ciduk Densus

 
MALANG - Jadi korban salah ciduk Densus 88 Polri, pasangan suami istri (pasutri) M Arifin dan Siti Rohaida kini mengundang simpati tetangga. Warga Jalan Kapi Sraba XI, Sawojajar 2 itu akan dipulihkan nama baiknya oleh warga sekitar tempat tinggalnya. Pasalnya warga sangat rukun dan kaget lantaran salah satu dari mereka diciduk Densus 88. Namun setelah diperiksa ternyata tak ada bukti dugaan teroris. 
Ketua RT 04, RW 16 Mangliawan, Asrizal Fahmi mengatakan, rencananya kegiatan untuk memberi penjelasan tentang peristiwa yang dialami M Arifin dan Siti Rohaida itu digelar Minggu (20/5). 
"Rencana ini memang inisiasi warga. Masih kita bicarakan lagi lebih matang kalau jadi dan siap semua perangkatnya kita akan adakan hari Minggu," kata Fahmi, sapaan Asrizal Fahmi kepada Malang Post. 
Warga RT 04, RW 16 merasa perlu melakukan kegiatan silahturahmi sambil buka bersama tersebut. Pasalnya menurut Fahmi warga sekitar mengenal betul Arifin dan Rohaida sebagai pasutri yang bertabiat baik dengan sosial yang baik pula. Atas kejadian yang terjadi pada keduanya warga merasa prihatin.
Fahmi menerangkan dirinya pribadi pun mengenal sosok Arifin sebagai orang yang dituakan dilingkungan tersebut. Karena Arifin sudah menjadi warga lama di kawasan RT 04.
"Waktu kejadian kapan hari kita semua kaget. Dan memang tidak terbukti. Makanya kita buat acara itu agar lebih banyak orang tahu bahwa  pak arifin dan istri bukan seperti yang diduga," tegas Fahmi.
Ia menerangkan rencananya akan mengundang pihak lain seperti kepolisian. Disini nantinya akan dijelaskan kepada warga yang hadir duduk perkara kejadian dan memberi kesempatan kepada Arifin dan istrinya menjelaskan yang terjadi sebenarnya pada publik.
"Sekaligus juga menginformasikan warga jika pak Arifin dan istrinya bukan teroris," katanya. 
Hal ini disampaikan oleh Muhammad Arifin, yang sebelumnya menjadi orang yang diduga teroris dan diamankan aparat kepolisian. Untuk situasi dilingkungan kediamannya, Arifin mengaku dirinya bersyukur. 
Karena tetangga di lingkungan rumahnya dapat mengerti jika apa yang disangkakan pada Arifin dan istrinya tidaklah benar. Seperti diberitakan sebelumnya Siti Rohaida, istri Arifin sempat diamankan Polisi pada Senin (14/5) lalu di Sidoarjo bersamaan operasi perburuan pelaku teroris.
Siti Rohaida diamankan hanya karena ia mengenakan cadar. Setelah itu giliran Arifin yang dijemput di tempat kerjanya di Kantro Pos Besar Malang  untuk penggeledahan di rumahnya. Namun setelah diperiksa, tak ada bukti mereka terlibat jaringan terorisme. 
Kini kehidupan Arifin dan Siti Rohaida tidak lagi seperti dulu. Jika normalnya pasutri ini bekerja dan beraktivitas dengan kesibukan masing-masing tanpa masalah, saat ini keduanya dirundung stigma negatif yang mengecap keduanya terkait jaringan teroris. Meskipun keduanya sudah dinyatakan tidak terbukti berkaitan dengan aktivitas terorisme. 
“Sampai ada rekan kerja saya, katanya gak mau bekerja satu divisi dengan saya setelah kejadian ini,” tutur Arifin kepada Malang Post. 
Tidak hanya di lingkungan kerja, Arifin menuturkan di malam ia dilepaskan oleh aparat kepolisian usai dimintai keterangan pada Selasa (15/5 malam) sempat mendengarkan jika warga diluar lingkungan kediamannya berkata negatif soal kejadian yang ia alami. 
Pria berumur 47 tahun ini mengatakan ia dan istrinya sempat dijuluki “Teroris Kapi Sraba”. Tidak hanya itu, ia pun sempat mendengar guyonan lain yang mengatakan jika tanah di kawasan Kapi Sraba akan lebih murah karena “memiliki” teroris. 
“Saya menginap di rumah saudara saya di daerah Bumiayu setelah saya dilepas Selasa malam. Saya dengar-dengar warga sana ngecap saya dan keluarga dengan sebutan ‘Teroris Kapi Sraba’. Mereka ngomong seperti itu tanpa tahu ada saya disana,” tandasnya.
Ia pun merasa sedih karena mendapatkan julukan seperti itu. Arifin mengaku menguatkan hati setiap saat agar tidak terbawa emosi ataupun semakin terpuruk. Tidak hanya dirinya, istri Arifin,  Siti Rohadia pun sampai saat ini mengalami guncangan mental yang besar. Arifin mengatakan jika istrinya syok dan belum ingin kembali ke kediamannya di Malang. 
Pasalnya, istrinya yang mengalami kejadian penangkapan dan diduga teroris terlebih dahulu sebelum dirinya. Arifin menganggap istrinya ditahan dan diduga sebagai teroris hanya karena penampilannya yang bercadar saat mendatangi tempat yang berdekatan dengan Kantor Polsek di Sidoarjo. 
“Dia kan memang sering ke Sidoarjo. Keluarga di sana semua. Saat itu dia mengantar adiknya ke klinik. Memang penampilan dia kan bercadar saat itu juga bawa anak kecil keponakannya masuk kesana,” ceritanya.
Di sanalah penangkapan terjadi. Istrinya dan adik iparnya diamankan dan dimintai keterangan karena diduga melakukan aktivitas mencurigakan. Setelah itulah rumahnya digeledah dan menjalani pemeriksaan. 
“Saya ditanya lebih banyak soal istri saya saja. Mereka tanya aktivitas istri saya di Surabaya dan Sidoarjo. Saya jawab seadanya, dan saya yakinkan istri saya tidak pernah terlibat ajaran yang aneh-aneh,” tandas Arifin menceritakan. 
Saat ditahan di Sidoarjo, lalu dilepas istrinya sempat menelepon akan tetapi Arifin tidak mau menjawab panggilan dari istrinya tersebut. 
“Dia telepon, saya gak mau jawab. Karena saya sempat percaya jika dia memang terlibat. Bingung dan memang panik saya saat itu tidak tahu apa yang terjadi. Apa benar istri saya terlibat. Saya gak mau terima teleponnya,” tuturnya.
Meski begitu, Arifin kemudian menenangkan diri dan mengetahui informasi jika istrinya dilepaskan dan tidak terbukti terkait jaringan teroris. Sejak insiden penggeledahan rumahnya dan penangkapan di Sidoarjo, Arifin mengaku belum sempat bertemu dengan istrinya. 
Kondisi rumah Arifin pun terlihat sangat berantakan. Ia mengaku tidak sempat menata kembali rumahnya sampai saat ini. Dia masih memilih membiarkan semuanya sampai pikiran dan hatinya tenang dan istrinya kembali.
“Itu bisa lihat sendiri ya, jaket Kantor Pos saya ada di depan pagar itu. Mau saya pakai kerja tapi jadi kotor. Itu jaket seragam kantor ada lambangnya bendera juga dilempar begitu saja saat digeledah,” katanya. (ica/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :