Tiga Jam Selamatkan Pajak Rp 1,3 M


MALANG - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang berhasil menyelamatkan  pendapatan daerah sebesar Rp 1,3 miliar dalam waktu 3 jam. Ini setelah BP2D menggelar Operasi Gabungan (Opsgab) Sadar Pajak, Rabu (31/10) .
“Kurang lebih ada Rp 1,3 miliar potensi pajak yang diselamatkan dalam operasi gabungan. Pajak ini harusnya masuk ke kas daerah,” tegas Kepala BP2D Kota Malang Ir Ade Herawanto saat ditemui di sela-sela operasi yang menyasar tiga tempat ini.
Ade langsung memberi teguran keras kepada pengusaha-pengusaha bandel yang ternyata banyak menunggak pajak. Pasalnya tunggakan itu dari berbagai sektor pajak daerah yang dikelola pengusaha swasta. Mulai dari pajak bumi dan bangunan (PBB), reklame, restoran, hotel, toko modern dan lainnya.
Dalam operasi sadar pajak yang dilakukan BP2D Kota Malang bersama Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Satpol PP, kepolisian, Kejari Malang, serta Polisi Militer ini dibagi dalam tiga tim rombongan operasi.
Dengan sasaran sejumlah titik. Rinciannya ada tujuh titik Wajib Pajak (WP) PBB, tiga titik reklame yakni reklame Alfamart di Jalan Panglima Sudirman, reklame Oppo di Jalan Ranugrati, serta reklame mebel Borobudur di Jalan Kauman.
Kemudian dua toko modern Indomaret dan Alfamart. Mereka diindikasikan tidak membayar sejumlah pajak daerah seperti pajak air tanah, pajak parkir, pajak restoran, pajak reklame, PBB. Opsgab juga menyasar Grand Citihub Hotel di Jalan Kayutangan serta lima titik kos-kosan di Kecamatan Lowokwaru.
"Tunggakan ada yang satu tahun, ada yang kurang dari satu tahun. Pajak ini kan bulanan, ada yang satu tahun lebih.Wajib pajak harus memenuhi kewajibannya membayar karena untuk kepentingan publik,” paparnya
Menurut dia, operasi gabungan itu masih dilakukan dengan metode sampling. Dikatakan Ade, operasi ini merupakan upaya tindakan persuasif kepada pengusaha untuk menyelesaikan kewajiban pajaknya. Karena itu ada pengusaha yang diberi tenggang waktu untuk menyelesaikan tunggakannya.
Tidak hanya memberi peringatan, BP2D Kota Malang juga menempelkan stiker peringatan di titik-titik sasaran Opsgab Sadar Pajak. Mereka juga diminta membuat pernyataan untuk menyelesaikan tunggakan perpajakan.
"Bisa dipidanakan juga, ada yang sekadar ditutup. Tujuannya bukan untuk menghukum dan mempidanakan orang, tapi untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak," kata frontman Band D'Kross ini.
Sementara itu Branch Manager PT Indomarco Prismatama Cabang Malang, Aldwin Rindra Djonaedy tidak banyak berkomentar terkait tunggakan pajak perusahaan tersebut. Sebelumnya kantor PT Indomarco Jalan Mayjen Sungkono ini didatangi tim opsgab.
“Kami mendukung upaya pemerintah menertibkan administrasi. Itu saja,” ungkap Aldwin yang juga enggan memberikan informasi jumlah tunggakan yang dihasilkan dari cabang-cabang tokonya di Kota Malang. (ica/van)

Berita Lainnya :